Trump Pertimbangkan Venezuela Menjadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan menjadikan Venezuela sebagai Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat, pernyataan yang kembali memicu kontroversi tentang kebijakan luar negeri dan retorika politik Trump terhadap negara lain.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Senin 11 Mei, pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada Senin waktu setempat.
Menurut laporan tersebut, Trump mengatakan gagasan penggabungan Venezuela ke dalam wilayah Amerika Serikat sedang dipertimbangkan “secara serius”.
Selain membahas Venezuela, Trump juga menyinggung kemungkinan mengaktifkan kembali operasi yang disebut sebagai “Project Freedom” jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun dia mengatakan belum mengambil keputusan final mengenai rencana tersebut.
Trump menyebut dirinya telah memperkirakan Iran akan menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik.
“Saya tahu Iran akan menutup Selat Hormuz dan menggunakannya sebagai senjata. Akan tetapi, solusi diplomatik dengan Iran masih sangat mungkin,” katanya.
Dalam pernyataan yang sama, Trump kembali menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir dan memastikan kebijakan sanksi terhadap Tehran tetap dilanjutkan.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami akan melanjutkan sanksi terhadap Iran,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya kritik internal di Amerika Serikat terhadap biaya konflik dan tekanan ekonomi yang muncul akibat ketegangan di Timur Tengah, termasuk dampaknya terhadap harga energi global dan anggaran militer Washington.
Beberapa anggota Kongres dan senator Amerika sebelumnya mempertanyakan efektivitas kebijakan luar negeri Trump soal konflik dengan Iran serta biaya perang yang dinilai terus membebani anggaran Federal.
Pemimpin Mayoritas Senat Connecticut, Bob Duff sebelumnya menyebut Pemerintahan Trump telah menghabiskan sekitar 25 miliar Dolar AS untuk konflik dengan Iran.
Menurut Duff, angka tersebut setara dengan kebutuhan anggaran tahunan Negara Bagian Connecticut.
“Dengan dana sebesar itu, seluruh sistem pendidikan tinggi Connecticut bisa dibiayai selama satu tahun penuh,” kata Duff.
Pernyataan terbaru Trump mengenai Venezuela dan Iran diperkirakan kembali memicu perdebatan politik di Amerika Serikat menjelang pembahasan anggaran Federal dan kebijakan luar negeri Washington dalam beberapa bulan mendatang.
