Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Seret Azerbaijan dan Negara Asia Tengah untuk Normalisasi dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut tengah menekan Azerbaijan dan sejumlah negara Asia Tengah dalam perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel, sebagai bagian dari perluasan Abraham Accords. Informasi ini diperoleh Reuters dari lima sumber yang mengetahui langsung proses tersebut.

Menurut laporan yang dirilis oleh Mehernews pada Sabtu 2 Agustus, Trump secara aktif menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Pemerintah Azerbaijan serta beberapa negara sekutu di Asia Tengah untuk menambah daftar penanda tangan Abraham Accords, kesepakatan yang awalnya dimediasi AS dan ditandatangani pada 2020–2021 antara Israel dan empat negara mayoritas Muslim: Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

“Karena Azerbaijan dan negara-negara Asia Tengah telah memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama militer dengan Israel, langkah ini bersifat simbolis dan bertujuan memperkuat kolaborasi di sektor perdagangan dan pertahanan,” ungkap salah satu sumber kepada Reuters.

Tantangan Diplomatik

Langkah ini dihadapkan pada tantangan besar menyusul meningkatnya konflik bersenjata di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 60.000 korban jiwa menurut data terbaru, mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak. Penggunaan blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel turut memicu protes global dan memperkecil ruang diplomasi, terutama dari negara-negara Muslim.

Reuters mencatat bahwa situasi di Gaza membuat upaya Trump untuk memperluas perjanjian menjadi lebih kompleks. Sumber lain menyebut bahwa kemarahan publik di dunia Arab telah menghambat pembentukan konsensus regional terhadap normalisasi hubungan dengan Israel.

Faktor Konflik Azerbaijan-Armenia

Menurut tiga sumber terpisah, konflik berkepanjangan antara Azerbaijan dan Armenia menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses ini. Pemerintahan Trump dikabarkan memandang tercapainya perjanjian damai antara kedua negara Kaukasus tersebut sebagai syarat utama sebelum Baku dapat secara formal bergabung dalam Abraham Accords.

Kendati demikian, dua sumber menyatakan bahwa pembicaraan dengan Azerbaijan termasuk yang paling serius dan terkoordinasi dibanding negara-negara lain yang dipertimbangkan. Mereka menyebut kesepakatan potensial bisa dicapai dalam beberapa bulan ke depan, atau bahkan lebih cepat.

“Diskusi masih berlangsung secara tertutup, namun telah memasuki tahap teknis,” kata salah satu sumber diplomatik.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, maupun Pemerintah Israel terkait rencana perluasan ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *