Trump: Zelensky Tidak Kompeten
POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump menilai Zelensky sebagai pemimpin yang tidak kompeten dan menyalahkannya atas berlanjutnya konflik di Ukraina.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump juga mengecam kebijakan Pemerintahan Presiden Joe Biden terkait Ukraina, yang ia sebut sebagai “buruk dan menyedihkan”.
“Zelensky adalah presiden yang benar-benar tidak kompeten dan sering mengeluarkan pernyataan bodoh. Kepemimpinannya telah memperpanjang perang ini,” ujar Trump di hadapan para jurnalis seperti dilaporkan Tasnimnews pada Rabu 19 Februari.
Trump menegaskan bahwa perang Ukraina merupakan konflik yang “sia-sia” dan seharusnya tidak terjadi. Ia berpendapat bahwa Rusia sebenarnya ingin mengakhiri konflik tersebut dan memiliki kapasitas untuk menghancurkan Kiev sepenuhnya, namun memilih untuk tidak melakukannya.
“Ribuan tentara telah tewas di Ukraina. Perang ini berpotensi berkembang menjadi Perang Dunia Ketiga. Beberapa kota di Ukraina kini hancur, mirip dengan kondisi di Gaza, tanpa satu pun bangunan yang utuh,” tambahnya.
Menyoroti Dana Bantuan dan Legitimasi Zelensky
Selain mengkritik kepemimpinan Zelensky, Trump juga mempertanyakan transparansi dalam penggunaan dana bantuan dari Amerika Serikat.
“Zelensky bahkan tidak tahu ke mana perginya setengah dari 350 miliar Dolar yang telah kami berikan untuk Ukraina,” ujar Trump, meragukan akuntabilitas pemerintahan Kiev.
Lebih lanjut, Trump mempertanyakan legitimasi Zelensky dengan menyoroti absennya Pemilu di Ukraina akibat penerapan darurat militer. Ia menyebut popularitas Zelensky semakin menurun seiring dengan kehancuran negaranya akibat perang.
Sikap Trump terhadap Negosiasi Perdamaian
Trump juga menyinggung pertemuan di Riyadh antara Menteri Luar Negeri AS dan Rusia, yang membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Menurutnya, pembicaraan tersebut berlangsung produktif.
“Negosiasi di Arab Saudi mengenai penghentian perang Ukraina berjalan sangat baik. Jika negara-negara Eropa sepakat untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina, saya tidak melihat adanya masalah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak berencana mengerahkan pasukannya ke Ukraina, dan menilai bahwa keputusan terkait kehadiran militer sebaiknya diserahkan kepada negara-negara Eropa.
Menanggapi permintaan Zelensky untuk berpartisipasi dalam negosiasi antara Washington dan Moskow, Trump menolak secara tegas.
“Kamu (Zelensky) sudah berada dalam situasi ini selama tiga tahun. Seharusnya kamu bisa menyelesaikannya dalam tiga tahun. Seharusnya perang ini tidak pernah dimulai,” pungkasnya.
