Turki Bantah Keberadaan Bagian Rahasia di Penjara Saydnaya
POROS PERLAWANAN – Badan Penanggulangan Bencana dan Layanan Darurat Turki (AFAD) menyatakan tidak menemukan adanya bagian rahasia di dalam penjara Saydnaya, yang terletak di utara Damaskus, Suriah.
Setelah beredarnya pernyataan dari kelompok pemberontak Suriah tentang keberadaan bagian tersembunyi di penjara Saydnaya, yang diperkuat oleh propaganda media Barat dan Arab, Kepala AFAD menyampaikan melalui wawancara dengan Al Jazeera pada Selasa 17 Desember bahwa tim penyelamat mereka telah menyisir seluruh area penjara tersebut tanpa menemukan bukti adanya bagian rahasia.
AFAD, yang berada di bawah naungan kepresidenan Turki, mengirimkan tim mereka dari Provinsi Hatay, Turki, ke penjara Saydnaya. Misi ini dilakukan dengan koordinasi Kedutaan Besar Turki di Damaskus dan atas permintaan otoritas setempat. Operasi ini melibatkan 120 personel, 4 anjing pelacak, dan 43 kendaraan operasional.
Spekulasi setelah Jatuhnya Damaskus
Setelah Damaskus jatuh ke tangan pemberontak Suriah pada 18 Desember, kelompok itu memasuki penjara Saydnaya. Sejak saat itu, media Barat dan Arab memanfaatkan momentum tersebut untuk menyebarkan narasi tentang adanya bagian rahasia atau area yang belum sepenuhnya diakses di penjara tersebut.
Namun, Kepala AFAD menegaskan bahwa penelusuran timnya kini difokuskan di sekitar penjara untuk mencari kemungkinan keberadaan kuburan massal.
Pernyataan White Helmets
Sebelumnya, pada Selasa lalu, organisasi yang dikenal sebagai “White Helmets” atau Pertahanan Sipil Suriah juga menyatakan telah menyelesaikan pencarian mereka di penjara Saydnaya. Mereka menyimpulkan bahwa tidak ditemukan ruang bawah tanah, sel tersembunyi, atau tanda-tanda adanya tahanan yang disembunyikan.
Dengan hasil ini, pernyataan tentang keberadaan bagian rahasia di penjara Saydnaya tampaknya kehilangan validitasnya, meskipun isu tersebut masih menjadi sorotan media internasional.
Hasil investigasi oleh AFAD dan White Helmets memperkuat fakta bahwa narasi tentang bagian rahasia di penjara Saydnaya lebih banyak bersumber dari spekulasi yang tidak terbukti secara lapangan. Penelusuran akan terus dilakukan, khususnya di area sekitar penjara, untuk memastikan tidak ada bukti tambahan terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia di lokasi tersebut.
