Turki dan Rezim Zionis Saling Cakar Rebutan ‘Daging Kurban’ Suriah!
POROS PERLAWANAN – Di tengah reruntuhan Damaskus yang kini dikuasai para warlord berjubah teroris, dua pemain regional kembali menunjukkan taringnya: Turki dan rezim apartheid Israel. Keduanya, dengan gaya masing-masing, berusaha mencincang Suriah menjadi zona pengaruh yang lezat, demi kepentingan strategis dan ego kekaisaran baru mereka. Kini, langit Suriah, khususnya di atas Damaskus dan Idlib bukan lagi sekadar tempat burung besi beterbangan, tapi arena duel diam-diam antara jet tempur F-16 buatan NATO.
Media Israel baru-baru ini melaporkan konfrontasi udara antara Turki dan rezim Zionis di langit Damaskus, tak lama setelah kota itu jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang didukung Ankara pada Desember 2024. Turki, yang mengaku melindungi integritas wilayahnya dari ancaman separatis, justru menggunakan kaki tangan bersenjata untuk memperluas cengkeramannya. Di sisi lain, Israel menargetkan pasukan-pasukan yang dianggap bersekutu dengan Poros Perlawanan dan ingin menciptakan zona penyangga di selatan Suriah.
Kedua rezim ini, meski tampaknya bersaing, sejatinya menyanyikan simfoni destruktif yang sama. Bedanya hanya pada nada: Turki menabuh genderang Ottomanisme versi baru, sementara Israel meniup sangkakala eksistensi lewat rudal-rudal yang jatuh di dekat Istana Presiden Suriah.
Persaingan ini telah memunculkan peringatan keras dari sejumlah analis. Mereka menyebut Suriah kini hanya sebatas kurban geopolitik; daging yang diperebutkan, dipotong, dan dikunyah oleh kekuatan regional, dengan darah rakyatnya yang tumpah sebagai bumbu konflik. Jet tempur Turki dan Israel yang berpapasan di langit bukan sekadar insiden militer, melainkan cermin dari strategi bentrok yang bisa berubah menjadi perang terbuka jika narasi ini dibiarkan berlanjut.
Satu hal yang menarik, bahwa dalam medan yang sama, Amerika Serikat berperan bak penggembala serigala. Ia mendukung SDF yang dibenci Ankara, sembari mendukung serangan udara Israel yang mengincar kelompok-kelompok pro-Iran. Washington kini menghadapi dua penggembala rakus: dua sekutu, dua kepentingan yang saling bertabrakan. Satu tangan menggenggam Turki, tangan lain menggenggam Zionis, sementara kedua tangan ini saling menampar di atas tanah asing bernama Suriah.
Sumber-sumber lokal dan media Zionis seperti Jerusalem Post melaporkan bahwa jet tempur Turki mengirimkan sinyal peringatan kepada jet Israel yang menyerang dekat kompleks Istana Presiden di Damaskus. Bahkan disebutkan bahwa sistem peperangan elektronik digunakan untuk menyampaikan peringatan ini, satu level di bawah tombol peluncur rudal, tapi satu langkah di atas diplomasi pura-pura.
Sebelumnya, di langit Idlib, hal serupa terjadi: F-16 Turki menghadang jet Israel dan memperingatkan agar tidak menyentuh pasukan mereka. Bisa dibilang, Ankara mulai merasa wilayah udaranya di Suriah terlalu sesak untuk dibagi, bahkan dengan sekutu sesama penjagal. [PP/MT]
