Loading

Ketik untuk mencari

Opini

UEA, Umpan AS Pancing para Penguasa Arab Ikut Arus Normalisasi Hubungan dengan Zionis Israel

UEA, Umpan AS Pancing para Penguasa Arab Ikut Arus Normalisasi Hubungan dengan Zionis Israel

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, PM Israel dikabarkan akan melawat ke UEA dan menemui Muhammad bin Zayed sebelum menandatangani kesepakatan normalisasi.

Dua delegasi AS juga disebut-sebut akan mengunjungi sejumlah negara Arab untuk mendorong mereka mengikuti langkah UEA. Di sisi lain, terbetik berita tentang pembentukan sebuah Badan di UEA untuk melawan normalisasi.

Dari tiga berita ini, yang penting dicermati adalah percepatan normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis. Ini merupakan hal yang diseriusi oleh Donald Trump lebih dari presiden-presiden AS lainnya. Trump berusaha agar negara-negara Arab mengakui Israel, sehingga bisa mengesankan eksistensi Rezim Zionis di Palestina sebagai hal yang legal.

Menurut kutipan Washington Post dari 3 sumber diplomatik, Mike Pompeo akan mengunjungi UEA, Bahrain, Oman, Qatar, Sudan, dan Israel. Sementara menantu sekaligus Penasihat Trump, Jared Kushner akan melawat ke Saudi, Maroko, Bahrain, Oman, dan Israel.

Sumber-sumber tersebut memprediksi, dua lawatan itu tak akan memberikan hasil instan. Pompeo dan Kushner disebut akan mengerahkan usaha untuk mewujudkan minimal satu kesepakatan kompromi.

Tujuan akhir dari upaya normalisasi ini adalah membuat peta baru dengan dua fokus, yaitu mewujudkan Kutub Arab-Israel untuk menghadapi Poros Iran dan menciptakan Iranophobia. Trump berupaya menakut-nakuti penguasa Arab dengan bahaya delusif. Dengan cara seperti ini, Trump akan meraih devisa besar dari penjualan senjata. Timur Tengah pun akan menjadi pasar basah untuk komoditi persenjataan AS.

Fokus lainnya adalah mempersiapkan jalan yang aman untuk penarikan Tentara AS dari Kawasan, meski secara bertahap. Tujuannya adalah agar AS bisa bersiap untuk prospek konfrontasi dengan negara-negara Timur atau bahkan Eropa.

Kesepakatan kompromi UEA dengan Israel tidak begitu penting, kecuali hanya sebagai umpan untuk memancing para penguasa Arab lain, yang pada dasarnya sebelum ini sudah diam-diam menjalin hubungan dengan Rezim Zionis.

Dalam statemen bersama dengan Bin Zayed dan Netanyahu, Trump menyatakan bahwa “mereka berharap langkah bersejarah ini akan berujung pada terlaksananya proyek kompromi di Timur Tengah”. Ini berarti bahwa UEA hanya pancingan untuk mengubah kompromi diam-diam menjadi kompromi terang-terangan.

AS jelas-jelas ingin mewujudkan normalisasi, yang tidak menguntungkan siapa pun kecuali Washington dan Tel Aviv semata. Di sisi lain, para penguasa Arab tidak bisa mendapat dukungan dari rakyat untuk normalisasi.

Tampaknya rakyat Arab sudah memulai usaha mereka untuk menentang normalisasi. Bukti terbaiknya adalah kabar dibentuknya Lembaga Antinormalisasi di UEA. Tiada keraguan bahwa langkah-langkah mendatang akan lebih besar dan massif.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *