Uni Eropa Setujui Penghentian Bertahap Impor Gas Rusia Mulai 2026–2027
POROS PERLAWANAN — Para duta besar negara anggota Uni Eropa menyepakati rencana penghentian bertahap impor gas Rusia, sebuah keputusan penting yang membuka jalan bagi aturan tersebut untuk disahkan menjadi undang-undang. Kesepakatan itu menetapkan penghentian impor gas alam cair Rusia pada akhir 2026 dan gas pipa pada September 2027.
Menurut IRNA pada Rabu 10 Desember, rencana ini merupakan bagian dari undang-undang pemutusan ketergantungan energi dari Rusia yang telah disetujui Uni Eropa pekan lalu. Regulasi baru tersebut diajukan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, ketika Rusia masih menjadi pemasok gas terbesar bagi Eropa.
Meski para duta besar telah mencapai kesepakatan, larangan ini masih memerlukan persetujuan formal dari Parlemen Eropa dan para menteri negara anggota. Parlemen dijadwalkan melakukan pemungutan suara minggu depan, sementara persetujuan tingkat menteri diperkirakan diberikan pada awal tahun depan. Pejabat Uni Eropa memperkirakan aturan ini akan lolos dengan dukungan mayoritas, meski ditentang Hongaria dan Slovakia.
Kebijakan penghentian impor ini memunculkan pertanyaan baru mengenai dampaknya terhadap harga gas, tekanan pada industri berbasis energi, serta stabilitas politik internal Eropa.
Ketergantungan Uni Eropa pada gas Rusia mencapai hampir 50 persen sebelum perang Ukraina pada Februari 2022, dan upaya menguranginya dalam empat tahun terakhir kerap tersendat.
Kesepakatan terbaru tetap memberi pengecualian kepada Hongaria dan Slovakia untuk terus memanfaatkan gas Rusia jika terjadi gangguan pasokan.
