[Video] Komando Tak Bercela dalam Pertunjukan Senyap: Kehebatan Brigade al-Qassam Evakuasi Jasad Tawanan israel
POROS PERLAWANAN – Dalam keheningan tanpa kegaduhan, namun diiringi kedispilinan baja, Brigade al-Qassam menarik keluar jasad dua tawanan Israel dari bawah reruntuhan. Operasi ini tidak hanya memamerkan koordinasi Perlawanan, tetapi juga menunjukkan bahwa teror atas para pimpinan Hamas sama sekali tidak menggoyahkan tiang-tiang kelompok tersebut.
Fars memberitakan, di saat rezim Zionis sejak awal perang menargetkan para komandan senior Hamas dan al-Qassam dengan tujuan menghancurkan struktur Perlawanan, foto-foto yang tersebar dari operasi terbaru al-Qassam dalam menarik keluar jasad tawanan Israel menunjukkan, koordinasi operasional dan ketangguhan faksi ini masih tetap kuat.
Hani al-Shaer, reporter al-Jazeera, melaporkan bahwa foto-foto yang tersebar dari penculikan jenazah tentara Israel Amiram Cooper dari sebuah terowongan di Khan Yunis menunjukkan, al-Qassam berkomunikasi antara mereka dengan bahasa isyarat. Ini adalah tanda koordinasi dan disiplin yang tetap terjaga, bahkan dalam situasi lapangan yang sulit.
Operasi ini dilakukan dalam keheningan total dan tanpa ada pemberitaan apa pun. Hamas, atas permintaan AS dan mediator, mempraktikkan hal serupa dalam penyerahan tawanan yang masih hidup dan jenazah tawanan Israel. Tidak seperti pertukaran tawanan sebelumnya, Hamas tidak menggunakan media dalam prosesi tersebut.
Usai tersebarnya klip-klip ini di media sosial, al-Qassam dalam sebuah pernyataan resmi mengumumkan, jenazah dua tahanan Israel bernama Amiram Cooper dan Saher Baruch telah dikeluarkan dari bawah puing-puing.
Al-Qassam memperingatkan bahwa kelanjutan pelanggaran lapangan oleh pasukan Pendudukan, akan membuat proses pencarian dan pemindahan jenazah menghadapi bahaya dan gangguan.
Namun, beberapa jam kemudian, Militer Israel mengeklaim bahwa pasukan Perlawanan telah menewaskan seorang serdadu Israel di selatan Gaza. Meskipun Hamas mengumumkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan serangan di Rafah dan pembunuhan serdadu Israel itu, Militer Rezim Zionis praktis melanggar gencatan senjata dan melancarkan serangan udara ke Gaza, hingga menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak.
Di sisi lain, situs web berbahasa Ibrani “Walla” mengutip sumber-sumber resmi Israel dan melaporkan bahwa Militer tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa operasi terbaru di Rafah dilakukan atas perintah langsung dari Hamas.
Perkembangan ini terjadi di tengah tekanan politik dan militer. Namun Hamas tetap eksis di lapangan koordinasi solid dan kemampuan operasional yang tinggi. Mereka tetap mempertahankan ketangguhan mereka saat menyerahkan jasad para tawanan Israel.
Menyusul kejahatan yang dilakukan Militer Zionis pada malam lalu, Hamas mengumumkan penundaan penyerahan jasad yang semestinya dilakukan semalam.
