Wajah Asli AS di Hadapan Rakyat Yaman: Preman yang Berlagak Budiman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Wajah Asli AS di Hadapan Rakyat Yaman: Preman yang Berlagak Budiman

Wajah Asli AS di Hadapan Rakyat Yaman: Preman yang Berlagak Budiman

POROS PERLAWANAN – Sejak mengumumkan akan menghapus Ansharullah dari Daftar Terorisme bikinan Donald Trump, Pemerintahan Joe Biden bersikap seolah menanam budi besar atas kelompok itu dan rakyat Yaman.

Dilansir al-Alam, padahal AS sendiri secara langsung terlibat dalam agresi selama 6 tahun terakhir atas Yaman. AS hanya bisa membersihkan diri dari dosa ini jika mencabut sanksi dan blokade kejam dari Yaman.

Seperti diketahui, dicantumkannya Ansharullah dalam Daftar Terorisme oleh Trump merupakan pembalasan dendam kepada rakyat Yaman; rakyat yang mendukung para pejuang nasional dan revolusioner mereka, termasuk Ansharullah, serta berpaling dari negara-negara agresor dan uang kotor mereka.

Dengan menghalang-halangi aktivitas lembaga-lembaga HAM di kawasan-kawasan yang dikuasai Pemerintah Sanaa, pada hakikatnya AS telah melipatgandakan derita rakyat Yaman.

Badan-badan di bawah PBB, seperti FAO, UNICEF, dan WHO telah menyingkap tabir dari kenyataan pahit ini. Melalui statemen bersama, Badan-badan ini mengumumkan bahwa malnutrisi mengancam kehidupan separuh dari balita Yaman (kurang lebih 2,3 juta anak) pada tahun 2021 ini. Diprediksi bahwa 400 ribu anak mengalami kekurangan gizi dan bisa saja kehilangan nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan dan pengobatan. Statistik ini menunjukkan peningkatan 22 persen dibanding tahun 2020 silam.

Dengan menghapus Ansharullah dari Daftar Terorisme, Pemerintahan Biden berusaha menutup-nutupi peran memalukannya dalam kematian anak-anak Yaman akibat kelaparan.

AS secara langsung terlibat dalam agresi ke Yaman dan telah menjual senjata kepada Saudi serta UEA. AS juga menghalangi masuknya kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan, dengan tujuan menekan rakyat Yaman agar mereka sudi menghentikan dukungan terhadap para pejuang.

Jelas bahwa Koalisi Agresor, berbeda dengan klaimnya, tidak berhadapan dengan “para milisi”. Akan tetapi, mereka menghadapi sebuah bangsa yang tidak sudi tunduk dan menyerah.

Sejak awal sudah gamblang bahwa Saudi dan UEA terlalu kecil untuk memaksakan perang atas rakyat Yaman; perang yang diinstruksikan AS demi kepentingan Israel, sementara para syekh Saudi serta UEA tak punya pilihan selain menaatinya.

Jika Pemerintahan Biden benar-benar serius mengakhiri derita rakyat Yaman, yang tampaknya perlu disangsikan, maka Washington mesti mengumumkan penghentian agresi dan blokade atas Yaman serta berdialog dengan kelompok-kelompok negara tersebut.

Hanya dengan cara ini krisis Yaman bisa diakhiri. Jika tidak, solusi-solusi dangkal dan usang semacam ini sudah pernah digulirkan, yang bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tapi justru membuatnya kian rumit.

Tags:

2 Komentar

  1. Dedy novi Februari 15, 2021

    Valid mencerahkan…

    Balas
  2. Dedy novi Februari 15, 2021

    Ahsan juga dibikin grup diskusi , biar website / channel ini lebih hidup & bermakna..

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *