Wall Street Journal: Vance Ancam Al-Jolani dengan Pemberlakuan Kembali Sanksi Caesar Jika Operasi terhadap SDF Berlanjut
POROS PERLAWANAN — Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance meminta Presiden Sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, menyelesaikan perbedaan politik dengan kelompok Kurdi. Pejabat Amerika juga mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Suriah jika operasi militer terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) terus dilanjutkan.
Mengutip laporan Wall Street Journal pada Sabtu 17 Januari, sebagaimana dilansir Al Mayadeen, Vance menyampaikan desakan tersebut kepada al-Sharaa dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Pemerintah Transisi Suriah dan kelompok Kurdi.
Surat kabar itu melaporkan para pejabat Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan pemberlakuan kembali sanksi “Caesar” jika Damaskus melanjutkan operasi militernya yang menargetkan Pasukan Demokratik Suriah.
Undang-Undang Caesar merupakan perangkat sanksi Amerika Serikat yang disahkan pada 2019 dan mulai diterapkan pada 2020 untuk menekan Pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad serta pihak-pihak yang memberikan dukungan ekonomi maupun militer. Kongres AS diketahui telah menyetujui pencabutan sanksi tersebut pada Desember lalu.
Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat Amerika, Washington menyimpan kekhawatiran atas meluasnya operasi Pemerintah Transisi Suriah terhadap SDF dengan dukungan Turki. Para pejabat menilai eskalasi tersebut berpotensi memecah dua mitra utama Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS.
Sejak awal tahun ini, wilayah perdesaan Aleppo timur, dekat area yang dikuasai SDF di Suriah timur laut, mengalami bentrokan sengit antara Pasukan Demokratik Suriah dan pasukan Kementerian Pertahanan di bawah Pemerintah Transisi Suriah. Ketegangan meningkat setelah Damaskus menuntut SDF mundur dari sejumlah posisi di wilayah timur Sungai Eufrat.
