Yaman: Kami Akan Terus Melawan Israel Hingga Hari Kiamat
POROS PERLAWANAN – Seorang pejabat senior Gerakan Ansharullah memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi Israel terhadap Yaman akan memicu balasan besar, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak akan pernah surut—bahkan hingga “hari kiamat”.
Anggota Biro Politik Ansharullah, Hussein Al-Ezzi, dalam pernyataan resmi pada Rabu malam 11 Juni, seperti dilaporkan Sabanews, menyampaikan sikap tegas negaranya: “Meskipun perang ini berlangsung hingga hari kiamat, Yaman tidak akan pernah menyerah kepada Israel.”
Ia menyatakan bahwa perbedaan kekuatan militer antara Yaman dan Israel diakui secara realistis, namun bukan menjadi penghalang bagi semangat perlawanan. “Kami sadar akan ketimpangan kekuatan. Akan tetapi, kemampuan militer kami berkembang secepat kilat dan angin. Hal yang lebih penting dari persenjataan adalah tekad kami untuk menuntut hak yang sah,” ujarnya.
Merespons serangan udara Israel ke wilayah Yaman dalam beberapa pekan terakhir, Al-Ezzi menyebutnya sebagai “kebodohan yang mahal”, sembari memperingatkan bahwa “api balasan Yaman belum padam, dan tidak akan pernah padam”.
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan strategis: “Setiap agresi terhadap kedaulatan Yaman akan dibalas dengan kekuatan yang tidak bisa diabaikan.”
Konteks Regional: Yaman di Poros Perlawanan
Sejak dimulainya perang besar di Gaza pada Oktober 2023, Yaman telah menjadi salah satu negara di Kawasan yang paling aktif mendukung rakyat Palestina, secara terbuka memosisikan diri dalam apa yang disebut sebagai “Poros Perlawanan”.
Ansharullah, sebagai kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, telah meluncurkan puluhan rudal balistik dan drone tempur ke arah wilayah Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza dan untuk menekan Tel Aviv agar mengakhiri blokade brutalnya.
Sebagian besar serangan tersebut diarahkan ke wilayah selatan Israel, khususnya kota pelabuhan Eilat meski beberapa rudal juga menargetkan pusat-pusat strategis seperti Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion.
Israel, yang menganggap serangan ini sebagai ancaman keamanan yang nyata, telah meluncurkan sejumlah serangan balasan ke Yaman. Namun hingga kini, tindakan tersebut belum mampu menghentikan serangan lintas batas dari pihak Yaman.
Pemerintah Yaman memperingatkan bahwa jika serangan Israel terhadap Gaza tidak dihentikan, maka mereka siap meningkatkan skala konflik secara signifikan, baik dari sisi jarak jangkau maupun intensitas serangan.
