Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pemimpin Senior Hamas, Salah Al-Bardawil Gugur Syahid dalam Serangan Udara Israel di Gaza

POROS PERLAWANAN – Militer Israel terus melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza. Pada dini hari tadi (23/3), Salah Al-Bardawil, salah satu pemimpin politik Hamas, syahid dalam serangan udara di wilayah selatan Gaza. Ia gugur bersama istrinya di kawasan Al-Mawasi, barat Khan Younis.

Sejak serangan Israel dimulai kembali pada Selasa (18 Maret) hingga Sabtu, sebanyak 634 warga Palestina telah gugur dan 1.172 lainnya mengalami luka-luka, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Selain korban sipil, sejumlah pemimpin dan pejabat gerakan perlawanan juga menjadi sasaran.

Israel mengklaim tujuan utama dari serangan ini adalah untuk “menghancurkan Hamas” serta menekan kelompok tersebut agar membebaskan sandera Israel yang masih ditahan. Namun, serangan ini justru menjadi pelanggaran besar terhadap gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati. Israel menolak melaksanakan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak awal Maret, meskipun Hamas telah mematuhi semua ketentuannya.

Meninggal dalam Keadaan Bersujud

Menurut laporan media lokal, Salah Al-Bardawil dan istrinya tengah menjalankan ibadah salat di dalam tenda mereka saat serangan terjadi. Keduanya meninggal dalam keadaan bersujud.

Selain Al-Bardawil, laporan juga menyebutkan bahwa Muhammad Hasan Al-Amour, salah satu rekan dekat Yahya Sinwar, Kepala Biro Politik Hamas, turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Sebelumnya, juru bicara sayap militer Jihad Islam, Najih Abu Saif, juga syahid dalam serangan bersama istrinya.

Profil Salah Al-Bardawil

Salah Al-Bardawil lahir pada tahun 1959 di kamp pengungsi Khan Younis, Gaza Selatan. Ia berasal dari kota Al-Jura, Gaza. Pada tahun 1982, ia meraih gelar sarjana bahasa Arab dari Universitas Kairo, kemudian melanjutkan pendidikan magister dalam Sastra Palestina di Institut Studi dan Penelitian Arab di Kairo (1987), dan meraih gelar doktor di bidang yang sama dari Sudan pada tahun 2001.

Kariernya dimulai sebagai pengajar sejak 1985. Ia pernah menjadi dosen di Universitas Al-Aqsa antara 1990–1993 sebelum melanjutkan pengajarannya di Universitas Islam Gaza. Al-Bardawil juga dikenal aktif di dunia sastra dan pernah menjadi anggota Persatuan Penulis Palestina serta mendirikan Asosiasi Pemikiran dan Budaya Nasional.

Pada 1993, ia sempat ditangkap oleh militer Israel dan menjalani interogasi selama lebih dari dua bulan di penjara Gaza dan Ashkelon. Rumahnya menjadi sasaran serangan berulang kali selama perang Israel terhadap Gaza.

Aktivitas Media dan Politik

Al-Bardawil merupakan salah satu pemimpin senior Hamas di Gaza dengan peran penting dalam strategi media kelompok tersebut. Pada 1996, ia mendirikan surat kabar Al-Risalah, media resmi pertama yang berafiliasi dengan Hamas, dan menjadi pemimpin redaksinya. Ia juga menulis kolom mingguan berjudul Dari Jalanan Tanah Air, yang kerap mengkritik Otoritas Palestina. Karena tulisannya yang kritis, ia beberapa kali dipanggil dan ditahan oleh aparat keamanan.

Dalam ranah politik, ia mendirikan Partai Keselamatan Nasional Islam pada 1996 sebagai representasi politik Hamas di tengah tekanan Otoritas Palestina. Partai ini mengantarkannya menjadi anggota Dewan Nasional Palestina. Pada 2006, ia terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif Palestina mewakili Khan Younis.

Dendam Lama dengan Israel

Al-Bardawil menjadi target Israel sejak lama. Ia pertama kali ditangkap pada 1993 dan kerap menjadi sasaran dalam setiap agresi Israel ke Gaza. Rumahnya beberapa kali dihancurkan oleh serangan udara Israel.

Ia juga menjabat sebagai Kepala Hubungan Luar Negeri di fraksi parlemen Hamas dan menjadi Sekretaris Komite Politik di Dewan Legislatif Palestina. Pada 2017, ia terpilih menjadi anggota Biro Politik Hamas di Gaza dan bertanggung jawab atas hubungan nasional, yakni koordinasi dan komunikasi dengan faksi-faksi Palestina lainnya.

Pada 2021, ia kembali masuk ke dalam jajaran Biro Politik Hamas di Gaza dan kemudian memimpin departemen perencanaan gerakan tersebut, baik di dalam maupun di luar Palestina.

Hubungan dengan Tokoh Perlawanan

Salah Al-Bardawil memiliki hubungan erat dengan para pemimpin perlawanan Palestina, termasuk Yahya Sinwar, Mohammed Deif (panglima Brigade Al-Qassam), dan Yasser Al-Namrouti, komandan pertama Brigade Al-Qassam. Kedekatan ini terbentuk sejak mereka tumbuh bersama di kamp pengungsi Khan Younis.

Dengan kesyahidiannnya, Hamas kehilangan salah satu pemimpin politik yang berperan penting dalam strategi Perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Tags: