Yaman Luncurkan Tiga Operasi Drone di Jantung Pendudukan: Tel Aviv, Ashkelon, dan Negev
POROS PERLAWANAN – Angkatan Bersenjata Yaman kembali menunjukkan solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui tiga operasi udara presisi yang menyasar wilayah strategis di dalam entitas Pendudukan Zionis.
Juru Bicara Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengumumkan pada Kamis 31 Juli bahwa unit pesawat nirawak negaranya telah melancarkan tiga operasi militer terkoordinasi terhadap target-target Israel di Yaffa (Tel Aviv), Ashkelon, dan Negev. Dalam operasi tersebut, digunakan lima unit drone tempur.
“Ketiga serangan berhasil mengenai sasaran dengan tepat,” tegas Saree dalam pernyataannya yang dikutip oleh Sabanews. Ia merinci bahwa dua drone pertama menyerang fasilitas sensitif di Yaffa yang Diduduki, dua lainnya menghantam target militer di Ashkelon, dan satu drone menyerang basis militer rezim Pendudukan di wilayah Negev.
Operasi Simbolik, Efektif, dan Berkelanjutan
Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari respons militer dan moral Yaman terhadap genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Saree menegaskan bahwa operasi militer Yaman akan terus berlanjut selama perang dan pengepungan atas Gaza belum dihentikan.
“Selama rakyat Palestina dibantai dan diblokade, kami tidak akan tinggal diam. Operasi kami akan terus menekan jantung entitas Zionis,” tegasnya.
Rudal Hipersonik dan Eskalasi Strategis
Hanya dua hari sebelum serangan drone ini, Militer Yaman juga menargetkan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv menggunakan rudal hipersonik jenis Palestine 2, menandai eskalasi baru dalam koordinasi perlawanan lintas-front.
Seruan kepada Dunia Islam
Brigjen Saree juga menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk segera mengambil sikap tegas. “Ini adalah ujian bagi integritas dan kehormatan umat. Saatnya bertindak, bukan hanya diam atau berkompromi,” katanya.
Ia juga mengajak rakyat dunia untuk berpartisipasi dalam aksi massa besar-besaran mendukung Gaza dan menolak kejahatan Zionis.
