Pejabat Tinggi AS: Gaza Alami Bencana Kemanusiaan, Netanyahu Pembohong Menjijikkan
POROS PERLAWANAN — Sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat memperingatkan dunia soal krisis kemanusiaan parah di Gaza, seraya melontarkan kecaman pedas terhadap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, yang mereka anggap bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Mengutip Mehr News Agency pada Kamis 31 Juli, Ketua DPR AS, Mike Johnson dalam wawancaranya dengan CNN menyatakan, “Situasi saat ini adalah krisis kemanusiaan yang parah.” Tanpa menyinggung keterlibatan langsung Washington dalam mendanai dan mempersenjatai rezim Zionis, Johnson menyampaikan rasa prihatin atas kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza.
“Gambar-gambar dari Gaza berbicara lebih keras daripada ribuan kata. Ini sungguh memilukan,” ucapnya, sembari mengeklaim bahwa Pemerintahan AS, terutama di bawah Donald Trump, telah berupaya mengakhiri krisis tersebut dan menciptakan mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan.
Namun, retorika tersebut dibayangi kenyataan di lapangan: lebih dari 6.000 truk bantuan masih tertahan di perbatasan, sementara anak-anak Gaza terus gugur karena kelaparan dan minimnya pasokan medis.
Sanders: Israel Lakukan Pembersihan Etnis
Senator independen, Bernie Sanders menyampaikan kecaman paling tajam. Ia menyebut Netanyahu sebagai “pembohong menjijikkan” yang menutupi kejahatannya dengan propaganda murahan.
“Selama dia menipu dunia, anak-anak di Gaza mati kelaparan,” ujar Sanders. Ia menegaskan bahwa rezim Netanyahu telah melancarkan “perang genosida yang ilegal dan tidak bermoral terhadap rakyat Gaza”.
Lebih lanjut, Sanders mengungkap bahwa lebih dari 70 persen infrastruktur Gaza telah dihancurkan oleh serangan udara Israel yang brutal dan tanpa pandang bulu. Ia memperingatkan bahwa lebih dari 18.000 anak telah menjadi korban kebiadaban Militer Zionis sejak agresi dimulai.
“Apa yang dilakukan Israel di Gaza adalah pembersihan etnis. Mereka sedang mengusir bangsa yang kelaparan dari Tanah Airnya sendiri,” tandasnya.
Warren: Bencana Bersejarah oleh Kabinet Netanyahu
Senator Partai Demokrat, Elizabeth Warren turut menambahkan tekanan. Ia menyebut kebijakan Kabinet Netanyahu sebagai “bencana bersejarah” yang mempermalukan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ketika ribuan truk bantuan tertahan di perbatasan, anak-anak Palestina meninggal satu per satu karena kelaparan,” ujarnya.
Warren menegaskan bahwa dunia tak bisa lagi tinggal diam menyaksikan pembantaian rakyat Gaza yang dilakukan secara sistematis oleh Israel.
