Maduro: Dalam Kasus Genosida di Gaza, PBB Berubah Menjadi ‘Teater Absurd’
POROS PERLAWANAN – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengkritik pedas sikap pasif PBB dan kebungkamannya dalam menghadapi genosida yang dilakukan Israel.
“Seluruh umat manusia abad ke-21 pada saat ini menghendaki masa depan dengan perdamaian yang benar-benar diperintah oleh hukum internasional, bukan oleh teater absurd PBB yang hanya bungkam secara pengecut dan merupakan mitra kejahatan dalam kasus genosida serta pembantaian wanita serta anak-anak di Gaza,” kata Maduro dalam sebuah pidato, dikutip al-Alam dari Sputnik Mundo.
“Kehormatan dan kebebasan negara-negara harus dijamin. Hak untuk dihormati dan berkembang mesti diciptakan di tengah berbagai negara dan pemerintahan dunia.”
Maduro mengajukan pertanyaan-pertanyaan retoris berikut:”Masa depan seperti apa yang kita inginkan untuk umat manusia? Masa depan yang di situ kita menjadi budak para majikan dan penguasa dunia? Apakah kita ingin jadi budak? Apakah kita menghendaki masa depan yang di situ negara-negara kita dijajah dan sumber-sumber dayanya dijarah?”
Dalam pesannya sehubungan dengan Hari Solidaritas Dunia untuk Rakyat Palestina, Presiden Venezuela menegaskan bahwa kemerdekaan rakyat Palestina adalah “perang terpenting bagi umat manusia.” Ia menekankan sikap tegas dan historis Pemerintah Venezuela di hadapan apa yang disebutnya sebagai “kebijakan penghancuran oleh Pemerintah Zionis Israel.”
Maduro meyakinkan bahwa negara di Amerika Latin tersebut akan mengerahkan segala upaya yang mungkin dilakukan demi menghentikan genosida di Gaza.
Sejak Oktober tahun 2023 hingga sekarang, Rezim Zionis melancarkan agresi destruktif ke Jalur Gaza. Dalam rentang waktu ini, 70 persen rumah dan infrastruktur Gaza rusak berat. Blokade dan krisis kemanusiaan, ditambah kelaparan, mengancam nyawa para penduduk kawasan tersebut.
Berdasarkan statistik Kemenkes Gaza, hingga saat ini sebanyak 44.875 warga Palestina gugur dan 106.400 lainnya terluka akibat agresi keji Rezim Zionis.
