AS Pertahankan Daftar Target di Iran Sambil Klaim Diplomasi Tetap Menjadi Prioritas
POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat senior Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington masih mempertahankan daftar target militer di Iran sebagai opsi apabila ketegangan kembali meningkat. Meski demikian, Pemerintah Amerika mengeklaim saat ini masih mengedepankan jalur diplomasi untuk mengelola hubungan dengan Teheran.
Dalam wawancara dengan CNN pada Jumat 10 Juli, pejabat yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan situasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berkembang dan dapat berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, operasi militer tetap menjadi pilihan yang telah dipersiapkan apabila dipandang diperlukan.
Pejabat tersebut menyebut daftar sasaran di wilayah Iran tetap dipertahankan sebagai instrumen tekanan strategis. Seluruh persiapan operasional, kata dia, telah tersedia, namun Washington untuk sementara memilih memberikan ruang bagi proses diplomatik.
CNN melaporkan komunikasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung melalui berbagai saluran di balik layar sebagai bagian dari upaya menekan risiko eskalasi lebih lanjut.
Sumber yang sama juga mengeklaim Washington menerapkan pola operasi yang dilakukan secara terbatas, kemudian dihentikan untuk sementara guna menghindari peningkatan konflik sekaligus membuka peluang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Di sisi lain, tingkat kesiapsiagaan Militer Amerika tetap ditingkatkan. Menurut pejabat tersebut, komandan kapal induk USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab telah menginstruksikan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan situasi keamanan di Kawasan.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam fase yang sangat sensitif menyusul rangkaian konfrontasi militer beberapa waktu terakhir. Di satu sisi, Amerika Serikat menyatakan operasi militernya bertujuan melindungi kepentingan dan keamanan pelayaran di Kawasan. Di sisi lain, Iran menegaskan setiap tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya akan direspons secara tegas sesuai hak mempertahankan diri.
Pernyataan pejabat Amerika itu memperlihatkan bahwa Washington masih mempertahankan dua jalur kebijakan secara bersamaan, yakni menjaga kesiapan militer sebagai instrumen penekan sekaligus membuka ruang bagi penyelesaian melalui diplomasi. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya Pemerintah Amerika mempertahankan daya tekan strategis tanpa menutup peluang bagi deeskalasi apabila perkembangan di lapangan memungkinkan.
