Teheran Tegaskan Tak Ada Perundingan Sebelum AS Penuhi Kesepahaman
POROS PERLAWANAN — Sumber yang disebut dekat dengan Tim Perunding Iran membantah laporan sejumlah media yang berafiliasi dengan Israel mengenai klaim bahwa Teheran meminta pembukaan kembali perundingan dengan Amerika Serikat. Menurut sumber tersebut, Iran tidak akan memasuki proses negosiasi selama Washington belum melaksanakan kesepahaman yang telah disetujui bersama.
Dalam keterangan kepada Kantor Berita Fars pada Sabtu 11 Juli, sumber yang identitasnya tidak diungkap itu menyebut laporan mengenai permintaan Iran untuk berunding dengan Amerika Serikat sebagai informasi yang tidak benar.
Menurut sumber tersebut, Republik Islam Iran tidak pernah mengajukan permintaan untuk memulai perundingan baru. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi selama Pemerintah Amerika Serikat belum menunjukkan perubahan sikap melalui pelaksanaan komitmen yang telah disepakati.
Sumber itu menjelaskan bahwa indikator perubahan sikap Washington antara lain pembentukan kelompok kerja khusus mengenai Lebanon guna mengakhiri konflik dan mewujudkan penarikan pasukan, penyelesaian pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sesuai mekanisme yang disepakati Iran, serta pemulihan ekspor dan arus perdagangan minyak ke kondisi normal.
Menurutnya, sebelum langkah-langkah tersebut direalisasikan, setiap spekulasi mengenai dimulainya kembali perundingan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya berbagai laporan mengenai kemungkinan dibukanya kembali jalur diplomasi antara Teheran dan Washington setelah meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Amerika Serikat mengenai pernyataan sumber tersebut.
