Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Moskow: Jika Eksistensi Rusia Terancam, Kami Akan Gunakan Senjata Nuklir

POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menolak segala kemungkinan bahwa Rusia akan memulai Perang Dunia III. Ia menegaskan, Moskow cukup besar dan bertanggung jawab untuk tidak mengambil tindakan semacam itu.

Dilansir Fars, Ia mengkritik keras pendekatan militeristik Eropa. Ia menuduh para politisi Benua BIru melakukan “cuci otak” terhadap para pembayar pajak mereka. Menurutnya, para politisi Eropa menggambarkan Rusia sebagai “kejahatan mutlak”. Peskov pada saat yang sama memperingatkan bahwa jika eksistensi negara Rusia terancam, senjata nuklir akan digunakan.

Dalam kelanjutan pernyataannya, merujuk pada ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Barat, ia menolak keras kemungkinan Rusia memulai Perang Dunia III. Sambil menekankan pendekatan Rusia yang bertanggung jawab terhadap konflik internasional, ia mengatakan, “Rusia terlalu besar dan terlalu bertanggung jawab untuk memulai Perang Dunia III.”

Merujuk pada latar belakang sejarah Rusia, Peskov menambahkan,”Kami tidak akan pernah memulai Perang Dunia III. Kami tidak pernah memulainya. Ingatlah sejarah. Tetapi ketika perang dimulai terhadap kami, kami membalas dan melawan hingga saat-saat terakhir.”

Sembari mengungkapkan kekhawatiran tentang pengulangan peristiwa sejarah, ia mengatakan.”Sayangnya, sejarah memiliki kebiasaan buruk untuk berulang. Dengan cara yang agak lebih modern, sejarah itu berulang.”

Merujuk pada pertengahan tahun 1930-an abad lalu, ia menambahkan.”Tentu saja, kami tidak ingin melihat situasi seperti era itu. Namun, banyak hal yang terjadi saat ini sangat mirip dengan masa itu.”

Peskov menyinggung tren militerisasi Eropa dan upaya untuk menciptakan “musuh” dalam sosok Rusia. “Apa yang kita lihat—tren militerisasi Eropa dan tren menciptakan musuh di hadapan kita—tentu saja membuat kami khawatir,” katanya.

Pada bagian lain pernyataannya, Juru Bicara Kremlin dengan nada tajam mengkritik pendekatan negara-negara Eropa. Ia menilai mereka sedang melakukan “cuci otak” terhadap warga negara mereka.

“Apakah bagi orang Eropa, di tanah Eropa, ada kejahatan yang lebih besar daripada Rusia? Tidak. Jadi, ini adalah pencucian otak terhadap para pembayar pajak Eropa. Mereka 100% sedang mengalami cuci otak.”

“Kami diperkenalkan sebagai kejahatan mutlak. Teori bahwa mereka semua dalam bahaya terus-menerus ditanamkan tanpa henti.”

Pernyataan ini muncul di saat negara-negara Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina dan menekankan perlunya memperkuat kemampuan pertahanan mereka terhadap Rusia.

Di bagian akhir pernyataannya, Peskov secara eksplisit menyatakan bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir jika eksistensinya terancam.

“Jika ada sesuatu yang mengancam gagasan keberadaan negara Rusia, maka senjata nuklir akan digunakan. Jika tidak, senjata tersebut tidak akan digunakan. Hal lainnya hanyalah spekulasi belaka,” tandasnya.

Peringatan ini muncul di saat Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah berulang kali memperbarui doktrin nuklirnya dan memperluas kondisi penggunaan senjata atom. Moskow menegaskan bahwa senjata-senjata ini hanya akan digunakan sebagai alat pencegah dan jika terjadi ancaman eksistensial.

Meskipun ada peringatan dari Kremlin, para analis meyakini bahwa Rusia dan Barat masih menjalin komunikasi melalui saluran diplomatik dan tidak ada kemungkinan eskalasi militer yang luas dalam jangka pendek. Namun, peningkatan retorika keras dan militerisasi Eropa telah meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan keamanan Eropa. Tampaknya Moskow, dengan pernyataan ini, berusaha menetapkan garis merahnya di hadapan Barat dan mencegah perluasan lebih lanjut pengaruh NATO di perbatasannya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *