Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Ulama Sunni Irak: Pengiringan Jenazah Imam Khamenei ‘Referendum Dukung Perlawanan’

POROS PERLAWANAN – Ketua Asosiasi Ulama Sunni Irak, Syekh Khalid al-Mulla menegaskan, prosesi pengiringan dan pemakaman besar-besaran Syahid Ayatullah Ali Khamenei mengirim pesan kepada Amerika dan Rezim Zionis, yaitu bahwa jutaan orang tidak akan tinggal diam sampai mereka melakukan pembalasan.

Fars memberitakan, Syekh al-Mulla menyatakan bahwa prosesi pengiringan jenazah Syahid Imam Khamenei di Iran dan Irak merupakan referendum untuk mendukung Perlawanan.

Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, Syekh al-Mulla mengatakan bahwa mendiang Pemimpin Tertinggi Iran tersebut berdiri teguh melawan dua kekuatan besar dunia. Ia menambahkan, Syahid Khamenei adalah sosok sejarah yang tidak bisa dibandingkan dengan pemimpin lainnya.

Ketua Asosiasi Ulama Sunni Irak menyatakan, solidaritas dan kohesi rakyat yang ditampilkan selama prosesi pemakaman besar-besaran itu kini telah menjadi kekuatan yang akan menghadapi musuh. Syekh al-Mulla menegaskan, pesan yang harus sampai ke Amerika dan Rezim Zionis adalah bahwa jutaan orang ini tidak akan tinggal diam sampai mereka melakukan pembalasan.

“Ketulusan Syahid Khamenei membuatnya tetap teguh dan kokoh bersama bangsa dan umatnya,” kata Syekh al-Mulla.

Dengan menyatakan bahwa prosesi pengiringan besar-besaran di Irak adalah pencapaian yang harus dijaga, ulama terkemuka ini mengungkapkan bahwa gelora emosional rakyat Irak saat jenazah Syahid Khamenei tiba melebihi persiapan dan protokoler resmi.

Ia menegaskan, seluruh serangan propaganda dan upaya penggiringan opini media agar tidak berpartisipasi dalam upacara pemakaman Syahid Khamenei telah gagal total.

Kebangkitan massa jutaan orang melawan Amerika dan Zionis, tandas Syekh al-Mulla, memaksa musuh untuk mempertimbangkan kembali perhitungan mereka ribuan kali.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Perlawanan Irak menunjukkan kemampuan nyata putra-putra Perlawanan Islam dalam menegakkan keamanan dan stabilitas.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *