Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Tegaskan Dukungan Iran bagi Kedaulatan Lebanon, Desak PBB Hentikan Pendudukan Israel

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan komitmen Teheran untuk terus mendukung rakyat, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Lebanon. Dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon, Jean Arnault, Araghchi juga mendesak PBB mengambil sikap tegas terhadap agresi Amerika Serikat dan pendudukan Israel di wilayah Lebanon.

Press TV melaporkan pada Senin (13/7/2026), pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat menerima Arnault di Teheran sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Araghchi kembali menegaskan tekad Iran untuk mengupayakan diakhirinya agresi militer dan pendudukan Israel atas wilayah Lebanon.

Araghchi juga mengecam serangan berulang Amerika Serikat terhadap Iran, pelanggaran terhadap pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, serta berlanjutnya operasi militer dan tindakan yang disebutnya sebagai aksi teror Israel di Lebanon.

Kepala diplomasi Iran itu menilai Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi berbahaya dari meningkatnya ketegangan di kawasan karena gagal memenuhi komitmen yang telah disepakati. Karena itu, Araghchi menegaskan pentingnya Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil sikap yang tegas dan terbuka dalam mengecam tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Press TV juga melaporkan bahwa operasi militer Israel masih terus berlangsung di Lebanon selatan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kota kembali menjadi sasaran serangan udara dan tembakan artileri meskipun Lebanon dan Israel telah menandatangani kerangka kesepahaman pada 26 Juni melalui mediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri pertempuran dan mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Menurut laporan tersebut, pasukan Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Sebagian wilayah telah berada di bawah pendudukan selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya dikuasai sejak perang 2023–2024. Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Mengutip data otoritas Lebanon, Press TV menyebut sejak 2 Maret 2026 operasi militer Israel telah menewaskan lebih dari 4.300 orang, melukai lebih dari 12.200 lainnya, serta menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.

Dalam pertemuan tersebut, Jean Arnault menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, sejumlah pejabat Iran, dan warga Iran dalam perang yang disebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Utusan PBB itu menekankan pentingnya upaya bersama untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas kawasan. Arnault juga memaparkan perkembangan terbaru di Lebanon serta langkah-langkah PBB untuk memperkuat gencatan senjata dan mengakhiri konflik. Menurutnya, implementasi nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat, disertai peningkatan kerja sama negara-negara kawasan, diharapkan dapat membuka jalan bagi terwujudnya perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan, terutama di Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *