Ayatullah Araki: Pesan Pemimpin Revolusi tentang Pembalasan atas Darah Syuhada Wajib Ditaati
POROS PERLAWANAN — Ayatullah Mohsen Araki, anggota Dewan Tinggi Hauzah Ilmiah Qom sekaligus anggota Presidium Majelis Khubregan Kepemimpinan, menyatakan bahwa pesan terbaru Pemimpin Revolusi Islam mengenai pembalasan atas darah para syuhada merupakan perintah yang “wajib ditaati” (wajib al-tha’ah). Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Senin (13/7/2026), Ayatullah Araki menilai pesan tersebut sebagai penanda dimulainya babak baru Revolusi Islam sekaligus transformasinya menjadi gerakan yang lebih bersifat global.
Dalam pernyataannya, Ayatullah Araki juga menyampaikan pandangannya mengenai pembalasan atas darah para syuhada. Ia menyerukan kepada para pemuda di berbagai belahan dunia agar melaksanakan apa yang disebut sebagai hukum Tuhan dan melakukan pembalasan atas darah pemimpin syahid serta seluruh syuhada yang tertindas dengan mengerahkan berbagai bentuk tindakan terhadap Donald Trump, Benjamin Netanyahu, dan pihak-pihak yang menurutnya terlibat dalam berbagai kejahatan internasional.
Ulama yang mengajar kajian tingkat tinggi di Hauzah Ilmiah Qom itu kembali menegaskan bahwa pesan Pemimpin Revolusi merupakan perintah yang “wajib ditaati” (wajib al-tha’ah). Menurutnya, setiap orang yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam mewujudkan tujuan tersebut berkewajiban segera mengambil langkah yang diperlukan.
Ayatullah Araki juga menyatakan bahwa Trump dan Netanyahu berada di urutan teratas pihak yang dimaksud. Menurutnya, seluruh komandan militer dan politik yang bersama kedua tokoh tersebut, termasuk prajurit serta personel militer dan logistik yang terlibat dalam operasi di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Yaman, Irak, dan Iran, termasuk dalam cakupan perintah kewilayahan yang, menurut pandangannya, wajib dilaksanakan.
Berikut adalah terjemahan isi pernyataan Ayatullah Mohsen Araki sebagaimana dipublikasikan oleh Kantor Berita Tasnim.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kebangkitan besar masyarakat di dunia kaum tertindas setelah kesyahidan pemimpin agung dan syahid besar Islam, Ayatullah al-Uzma Imam Khamenei, yang tercermin dalam kehadiran berkelanjutan rakyat besar Iran di lapangan-lapangan dan jalan-jalan, kemudian dalam prosesi pemakaman yang luar biasa bagi tokoh tersebut beserta anggota keluarganya yang gugur sebagai syahid, telah menampilkan bentuk tertinggi kesetiaan dan keteguhan di jalan Islam serta kesetiaan kepada Allah, Rasul-Nya, dan para Imam yang suci. Semua itu menandai dimulainya era baru Revolusi Islam yang agung.
Saya, sembari menyampaikan terima kasih kepada rakyat Iran yang setia dan masyarakat Irak yang telah menunjukkan dukungan luar biasa melalui kehadiran mereka yang luas, menyatakan bahwa pesan terbaru Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, pada hakikatnya merupakan pengumuman dimulainya babak baru Revolusi Islam dan transformasinya menjadi sebuah revolusi yang bersifat global dan meluas.
Dalam pandangan tersebut, selain menyatakan ketaatan dan mengikuti tujuan-tujuannya, perlu dipahami bahwa pembalasan atas darah syahid agung, pemimpin besar, dan para syahid yang menyertainya bukan sekadar pembalasan atas darah mereka semata, melainkan pembalasan atas darah seluruh syuhada tertindas yang, khususnya pada abad terakhir, menurutnya telah ditumpahkan oleh “Setan Besar”, yaitu Amerika Serikat, beserta para sekutunya, dan yang belakangan mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.
Pesan Pemimpin Revolusi yang mulia dan terhormat merupakan perintah yang wajib ditaati. Menurut pandangan tersebut, setiap orang yang mampu mengambil langkah apa pun untuk mewujudkannya berkewajiban segera melakukan tindakan yang diperlukan.
Trump dan Netanyahu berada di urutan teratas daftar tersebut. Menurutnya, seluruh komandan militer dan politik yang bersama kedua tokoh itu, bahkan seluruh prajurit serta personel militer dan logistik mereka yang terlibat dalam tindakan di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Yaman, Irak, dan Iran, termasuk dalam cakupan perintah kewilayahan yang wajib dilaksanakan.
Diharapkan para pemuda di seluruh dunia bersatu dalam tekad, bergabung dengan gerakan besar ini, dan, menurut pandangan tersebut, tidak mengabaikan satu pun bentuk tindakan maupun upaya dalam melaksanakan apa yang dipandang sebagai hukum Tuhan terhadap para pelaku kejahatan tersebut.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.”
(QS. As-Sajdah [32]: 22)
