IRGC Umumkan Serangan Rudal ke Pangkalan Udara Amerika di Yordania
POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengeklaim telah melancarkan serangan rudal balistik terhadap salah satu pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania yang, menurut Teheran, digunakan sebagai basis operasi militer Washington dalam serangan terhadap wilayah Iran. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari tahap ketiga gelombang kedua Operasi Nasr 2.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Resmi Nomor 9 yang dirilis Humas IRGC pada Selasa 14 Juli.
Menurut IRGC, serangan dilakukan pada dini hari sebagai bagian dari tahap ketiga gelombang kedua Operasi Nasr 2 dengan sandi operasi “Ya Latsarat al-Husain (Ya Penuntut Darah Husain)”.
IRGC menyatakan sasaran operasi adalah fasilitas penting serta lokasi penempatan personel Militer Amerika Serikat di sebuah pangkalan udara di Yordania yang disebut telah digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga mengeklaim bahwa pada hari pertama rangkaian serangan Amerika Serikat terhadap Iran, pangkalan tersebut digunakan dalam operasi yang menyebabkan tewasnya 168 pelajar dan guru di Kota Minab.
IRGC Sampaikan Pesan Politik kepada Rakyat Yordania
Selain menjelaskan operasi militer, IRGC menyampaikan pesan yang ditujukan kepada masyarakat Yordania.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Yordania. IRGC menyebut masyarakat Yordania sebagai bangsa yang memahami penderitaan rakyat Palestina serta dampak konflik di Gaza.
IRGC juga menyerukan agar masyarakat Yordania mendukung penutupan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah negara tersebut. Menurut IRGC, langkah tersebut akan berkontribusi terhadap keamanan Kawasan sekaligus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pernyataan itu turut menyinggung jumlah korban warga Palestina di Jalur Gaza yang menurut IRGC terjadi akibat operasi militer Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Yordania maupun Departemen Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas serangan balasan tersebut.
