Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Agresi AS–Israel Hantam Fasilitas Kesehatan Iran, Lima Rumah Sakit Rusak dan Ratusan Warga Gugur

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, gelombang agresi gabungan Amerika Serikat dan rezim Zionis kembali menorehkan luka mendalam di tubuh Republik Islam Iran. Serangan udara yang dimulai pada 28 Februari tidak hanya menyasar infrastruktur strategis, tetapi juga menghantam fasilitas-fasilitas kemanusiaan. Lima rumah sakit dan pusat medis di berbagai wilayah dilaporkan rusak akibat pemboman brutal tersebut.

Anggota Komisi Kesehatan dan Pengobatan Parlemen Iran, Fatemeh Mohammad Beigi mengecam keras aksi itu sebagai agresi ilegal yang secara terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas kesehatan serta melukai siswa dan warga sipil. Beberapa pusat medis bahkan terpaksa dievakuasi demi menghindari ancaman pemboman lanjutan.

Di tengah kehancuran, tim-tim penyelamat dari Palang Merah Iran bersama layanan medis darurat bergerak cepat di berbagai provinsi. Operasi evakuasi korban, pembersihan puing, dan distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi. Mohammad Beigi memastikan bahwa infrastruktur rumah sakit di seluruh negeri tetap siaga, dengan tempat tidur darurat disiapkan di setiap provinsi dan cadangan farmasi terus dipantau ketat.

Data resmi dari Palang Merah Iran menyebutkan bahwa sejak dimulainya agresi, sedikitnya 555 orang gugur di seluruh negeri. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses identifikasi dan pencarian korban di lokasi-lokasi terdampak.

Ibu Kota Teheran turut menjadi sasaran. Sebuah pusat layanan medis darurat dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara. Juru bicara layanan medis darurat, Shervin Tabrizi menyatakan fasilitas tersebut langsung dievakuasi meski beberapa staf mengalami luka ringan. Kepala Layanan Medis Darurat Iran, Mohammad Esmaeil Tavakoli termasuk di antara yang terluka. Meski demikian, pelayanan tetap berjalan dari lokasi alternatif.

Keprihatinan juga datang dari komunitas internasional. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan kekhawatiran atas laporan kerusakan Rumah Sakit Gandhi di Teheran. Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan dilindungi hukum humaniter internasional dan bukan target yang sah dalam konflik apa pun.

Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington di Muscat dan Jenewa. Namun agresi justru meningkat, memperlihatkan wajah ganda diplomasi Barat. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di Kawasan.

Di Provinsi Hormozgan, korban pemboman terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab dilaporkan meningkat menjadi 148 orang tewas dan 95 luka-luka. Sementara di Lamerd, Provinsi Fars, 20 pemain bola voli wanita gugur ketika gedung olahraga menjadi target serangan Israel terpisah. Deretan tragedi ini menambah panjang daftar korban sipil akibat agresi yang terus berkobar, menegaskan bahwa yang menjadi sasaran bukan sekadar infrastruktur, melainkan masa depan sebuah bangsa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *