Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Al-Houthi Soroti Nestapa Umat Manusia Akibat Perilaku Buruk Negara Arogan yang Dipuncaki AS dan Israel

Al-Houthi Soroti Nestapa Umat Manusia Akibat Perilaku Buruk Negara Arogan yang Dipuncaki AS dan Israel

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik Badruddin al-Houthi dalam pidatonya Senin 19 Oktober malam bicara soal tindakan negara-negara Barat untuk mendiskreditkan Islam.

Dikutip Fars dari al-Masirah, al-Houthi mengucapkan selamat datang kepada para tawanan Yaman yang telah dibebaskan. Ia mengatakan, penyimpangan telah menciptakan celah besar di tengah Umat Muslim dan membebankan berbagai persoalan atas mereka.

Menurutnya, penyimpangan ini telah dimanfaatkan musuh-musuh untuk menghina Islam dan Alquran.

“Tidak ada setitik pun kasih sayang dalam peradaban Barat. Mereka menginjak-injak umat manusia, merampas kebebasan orang-orang, menjarah harta, dan menjajah tanah mereka. Setelah itu mereka datang dan berkoar-koar soal HAM,” kata al-Houthi.

Sembari menyebut bahwa Barat tidak menghormati HAM di Yaman, Palestina, dan negara-negara lain, al-Houthi berkata, ”Trump berbangga diri bahwa ia siap menyerahkan tanah Arab kepada musuh, sebagaimana yang telah dilakukannya di Golan, Suriah. Peradaban macam apa ini?”

Pemimpin Ansharullah menyatakan, orang-orang Barat menyiapkan lahan untuk kerusakan, kemudian mengusung nama kebebasan guna menghina Nabi Muhammad saw.

Menurutnya, Prancis melarang kritik terhadap Yahudi Zionis dan keraguan terhadap Holocaust, meski disertai bukti dan argumen. Siapa pun yang melakukannya, akan dijatuhi hukuman.

“Di Barat, kalian dibolehkan menghina Islam dan para nabi, menjadi ateis, dan mengolok-olok Tuhan. Namun kalian tidak diizinkan menghina Yahudi Zionis atau memusuhi mereka,” tandasnya.

“Kita tidak boleh menerima proyek-proyek yang bertujuan untuk memperbudak dan memisahkan kita dari pemikiran dan identitas keimanan kita.”

“Ketika kita telah memperkuat hubungan dengan identitas keimanan, baik AS, Israel, maupun para antek mereka tak akan mampu memanfaatkan serta menguasai kita. Saat kita mengukuhkan hubungan dengan identitas keimanan, makna kebebasan hakiki akan terwujud dan kita bebas dari ikatan perbudakan,” paparnya.

Al-Houthi menegaskan, salah satu penyebab utama nestapa umat manusia adalah tindakan-tindakan para negara arogan, yang dipuncaki oleh AS dan Israel.

“Kelompok takfiri disokong oleh AS, Prancis, dan negara-negara Barat… AS dan sekutunya di Suriah, Yaman, dan negara-negara lain terjun ke lapangan untuk mendukung takfiri, sebab kelompok ini digunakan untuk mendiskreditkan Islam. Kelompok takfiri adalah ciptaan AS dan Barat. Biro-biro intelijen Barat, termasuk Prancis, berperan dalam mengawasi dan mendukung takfiri,” pungkasnya.

Tags: