Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi: Iran Siap Netralisasi Segala Upaya Intervensi Aktor Asing

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menegaskan keyakinan Iran terhadap kemampuannya menggagalkan upaya pihak asing yang berusaha memengaruhi kebijakan luar negeri negaranya. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews, pada Senin 27 April, Araghchi menyampaikan pandangannya melalui unggahan di akun resminya di platform media sosial X.

“Iran cukup kuat dan percaya diri dengan kemampuannya untuk menetralisir segala upaya aktor asing yang bertujuan menyabotase atau mendikte kebijakan luar negerinya”, tulis Araghchi.

Dalam unggahannya, Araghchi juga mengkritik sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. “Fantasi Israel bahwa mereka dapat mendikte Iran tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sangat jauh dari kenyataan dan tidak layak ditanggapi. Namun, kelancangan Netanyahu yang mencoba mendikte Presiden Trump soal diplomasi dengan Iran sungguh mengkhawatirkan,” tambahnya.

Araghchi juga menyoroti pandangan keliru terhadap negosiasi tidak langsung antara Iran dan Pemerintahan Trump. “Sekutu Netanyahu di tim Biden, yang gagal mencapai kesepakatan dengan Iran, dengan mudah salah mengartikan negosiasi tidak langsung kami dengan Pemerintahan Trump sebagai JCPOA (Kesepakatan Nuklir Iran) lain,” jelasnya.

Menekankan posisi Iran, Araghchi menyatakan, “Banyak warga Iran kini tidak lagi percaya bahwa JCPOA sudah cukup. Mereka menuntut manfaat nyata. Tidak ada pernyataan atau tindakan dari sekutu Netanyahu di tim Biden yang akan mengubah fakta ini.”

Mengenai ancaman militer, Araghchi menegaskan: “Tidak hanya tidak ada opsi militer, tetapi juga tidak ada solusi militer. Setiap serangan akan langsung mendapatkan respons yang setimpal.”

Saat ini, Iran dan Amerika Serikat diketahui sedang melakukan pembicaraan tidak langsung dengan mediasi Oman mengenai kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, Netanyahu terus meningkatkan tekanan terhadap Iran. Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Jewish News Syndicate di Yerusalem pada Minggu malam, Netanyahu menyatakan bahwa satu-satunya “kesepakatan bagus” dengan Iran adalah kesepakatan yang menghentikan seluruh program nuklir negara tersebut. Ia mengacu pada perjanjian Libya dengan negara-negara Barat pada 2003 yang mengakhiri program senjata pemusnah massal Libya.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa dalam pembicaraannya dengan Presiden AS, Donald Trump, ia menekankan pentingnya melarang Iran mengembangkan program rudal balistik. “Kami menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat, dan saya tegaskan, dalam kondisi apapun, Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir,” kata Netanyahu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *