Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tak Ada Bukti Keterlibatan Asing dalam Insiden Ledakan di Pelabuhan Shahid Rajai

POROS PERLAWANAN – Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam Iran, Ali Khazrian menyatakan bahwa tidak ada bukti keterlibatan asing dalam insiden ledakan di Pelabuhan Shahid Rajai. Menurut Khazrian, insiden tersebut disebabkan oleh lemahnya sistem keamanan internal dan buruknya manajemen pelabuhan.

“Berdasarkan bukti yang ada, insiden Pelabuhan Shahid Rajai disebabkan oleh lemahnya keamanan internal dan salah urus, dan sejauh ini tidak ada bukti keterlibatan faktor asing yang dapat disampaikan,” kata Khazrian seperti dilaporkan Kantor Berita Mehr, pada Senin 27 April.

Khazrian menekankan bahwa ledakan tersebut merupakan “bencana kemanusiaan pahit” yang berakar pada kelemahan struktural dan kesalahan manajemen serius di pelabuhan tersebut. Ia mengkritik penyerahan area sensitif pelabuhan kepada perusahaan swasta yang tidak memiliki keahlian memadai dan mendelegasikan proyek kepada kontraktor lain tanpa mematuhi standar keselamatan.

“Selama bertahun-tahun, alih-alih menyerahkan proyek pelabuhan ke sektor swasta yang kompeten, kita telah menyaksikan penyerahan area sensitif ke perusahaan swasta yang tidak memiliki keahlian memadai,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Khazrian secara khusus mempertanyakan peran Kayhan Shiran Zarrin Marine and Port Services Company, afiliasi dari Perusahaan Sina, yang dikatakan bertanggung jawab atas keselamatan di Pelabuhan Shahid Rajai.

Anggota Komisi Pasal 90 Majelis Permusyawaratan Islam tersebut juga mengkritik pengumuman Perusahaan Pengembangan Layanan Pelabuhan dan Maritim Sina yang lebih menekankan pada kerugian finansial dan dampak terhadap nilai saham, bukan pada korban dan keluarga yang berduka.

“Pengumuman Perusahaan Sina yang hanya menekankan besarnya kerugian finansial dan dampak kecil pada nilai saham, dikeluarkan ketika banyak keluarga yang berduka atas kejadian ini. Sangat disayangkan, para petinggi perusahaan yang berafiliasi dengan Yayasan Mostazafan ini justru menyatakan bahwa perhatian utama mereka adalah nilai aset, bukan keselamatan,” kritik Khazrian.

Khazrian mendesak para pemimpin Organisasi Pelabuhan dan Maritim untuk segera menangguhkan semua manajer yang terkait dengan Pelabuhan Shahid Rajai yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, guna membuka jalan bagi penyelidikan yang transparan dan tidak memihak.

Mengacu pada pesan Pemimpin Tertinggi Iran, Khazrian menegaskan bahwa setiap kelalaian atau tindakan yang disengaja harus diidentifikasi dan ditangani sesuai peraturan. Ia juga mendesak pemimpin Yayasan Mostazafan untuk secara khusus menyelidiki manajemen dan kinerja Perusahaan Pengembangan Layanan Pelabuhan dan Maritim Sina serta perusahaan afiliasinya.

“Peristiwa pahit ini hendaknya menjadi titik balik bagi reformasi mendasar dalam struktur pengelolaan pelabuhan negara ini. Majelis Permusyawaratan Islam akan terus melanjutkan proses penanganan perkara ini dengan tekad dan tanpa kompromi,” tegas Khazrian.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *