AS Ancam Publikasikan Laporan Intelijen Soal Pembunuhan Khashoggi, Istana Saudi Siaga Penuh Lindungi Bin Salman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

AS Ancam Publikasikan Laporan Intelijen Soal Pembunuhan Khashoggi, Istana Saudi Siaga Penuh Lindungi Bin Salman

AS Ancam Publikasikan Laporan Intelijen Soal Pembunuhan Khashoggi, Istana Saudi Siaga Penuh Lindungi Bin Salman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, sumber-sumber di dalam Istana Kerajaan Saudi menyatakan, Dewan Kerajaan dan para petinggi Saudi dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi tindakan politik AS terhadap Putra Mahkota, Muhammad bin Salman.

Menurut laporan situs WikiLeaks Saudi, tekanan-tekanan Pemerintah AS telah mendorong Raja Salman dalam pertemuan dua hari lalu untuk meminta kepada semua petinggi dan penasihat agar menemukan cara mengurangi amarah Gedung Putih terhadap Putra Mahkota.

Seorang pejabat Saudi mengatakan kepada WikiLeaks, bahwa Raja Salman marah atas sikap keras Joe Biden terhadap Saudi dan tidak adanya kontak Presiden AS dengan Bin Salman. Raja Saudi pun meminta dari para penasihatnya untuk segera membuka jalur hubungan kuat dengan Pemerintahan Biden guna mengurangi ketegangan.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Salman menyatakan tengah mempertimbangkan untuk merilis amnesti massal sebelum bulan Ramadan bagi ratusan tahanan pria dan wanita, dengan tujuan bisa meminimalisasi nada pedas Pemerintah AS terkait kasus HAM di Saudi.

Di pihak lain, sumber-sumber di Saudi membocorkan kepada WikiLeaks Saudi bahwa Raja Salman telah mengirim surat rahasia kepada Biden. Dalam surat itu, Raja Salman meminta agar Biden tidak memublikasikan laporan intelijen terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. Surat itu diserahkan oleh Dubes Saudi untuk AS, Rima binti Bandar kepada Gedung Putih.

Dalam surat itu disebutkan bahwa Riyadh siap berdialog dengan Pemerintah Biden terkait sejumlah isu dan permintaan-permintaan AS.

Pada Jumat pekan lalu, sebuah sumber di AS mengatakan kepada situs Arabi21 bahwa laporan intelijen soal teror Khashoggi akan dibeberkan pada pekan pertama bulan Maret mendatang.

Harian Rusia, Nezavisimaya Gazeta menulis, tindakan Pemerintah Biden ini ibarat sebuah blokade politik atas Bin Salman. Washington disebut lebih suka menjalin hubungan dengan Raja Saudi, alih-alih Putra Mahkota.

Sebelum ini, pendahulu Biden, Donald Trump memiliki hubungan khusus dengan Bin Salman. Trump melakukan lawatan luar negeri pertamanya pada tahun 2017 ke Saudi.

Tags:

3 Komentar

  1. Dedy novi Februari 22, 2021

    Valid

    Balas
  2. Dedy novi Februari 22, 2021

    Apa sudah terkoneksi ke YouTube ?

    Balas
  3. Dedy novi Februari 22, 2021

    Ahsan bikin siaran live.. kajian” terkait materi” di Poros Perlawanan

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *