Sanaa: Sikap Buruk dan Watak Kepala Batu Koalisi Saudi, Faktor Utama Negosiasi Pertukaran Tawanan di Amman Gagal Total - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Sanaa: Sikap Buruk dan Watak Kepala Batu Koalisi Saudi, Faktor Utama Negosiasi Pertukaran Tawanan di Amman Gagal Total

Sanaa: Sikap Buruk dan Watak Kepala Batu Koalisi Saudi, Faktor Utama Negosiasi Pertukaran Tawanan di Amman Gagal Total

POROS PERLAWANAN – Ketua Komite Tawanan Yaman, Abdulqadir Murtadha mengonfirmasi bahwa negosiasi di Amman berakhir tanpa hasil, yang disebabkan kengototan Koalisi Saudi dan anteknya.

“Kami sudah berusaha dengan segala cara demi keberhasilan perundingan di Amman. Kami telah mengajukan tawaran-tawaran objektif untuk mengatasi perselisihan. Namun tetap saja tak ada hasilnya,” kata Murtadha kepada harian al-Thawra, seperti dilansir Fars.

Murtadha menilai PBB tidak memainkan perannya secara maksimal. Ia menyatakan, delegasi negosiator dari Pemerintah Yaman selama perundingan tetap menghormati pihak-pihak lain.

Ketua Komite Tawanan Yaman menyebut sikap Saudi dalam perundingan sangat buruk. Murtadha menegaskan, persentase terbesar kegagalan negosiasi ada di pundak Saudi.

“Kami telah meminta pihak lain untuk membebaskan Samirah Marish, tawanan wanita Yaman, dan sejumlah wanita lain yang diculik di Ma’rib. Kami juga menyatakan siap menukar mereka dengan para tahanan yang ada di tangan kami. Namun pihak lain tidak menerima tawaran ini,” tandas Murtadha.

“Klaim musuh bahwa mereka menganggap penting masalah tawanan ini tak lebih dari slogan kosong untuk konsumsi media, yang tidak melampaui lembar-lembar media mereka,” imbuhnya.

Pada 24 Januari lalu, Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffiths mengumumkan dimulainya periode kelima Komite Pengawas Pertukaran Tawanan antara Sanaa dan Pemerintahan Mansour Hadi.

Dalam statemennya, Griffiths menyatakan bahwa perundingan ini akan dilangsungkan di Amman, Ibu Kota Yordania. Dia meminta dari delegasi kedua belah pihak untuk memprioritaskan kebebasan tawanan yang sakit, terluka, berusia lanjut, dan anak-anak dalam negosiasi.

Ia juga menegaskan agar semua tahanan sipil, termasuk wanita, dibebaskan tanpa syarat apa pun.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *