Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Kembali Serang Kapal di Dekat Venezuela, Enam Tewas

POROS PERLAWANAN — Amerika Serikat kembali melancarkan serangan mematikan di Laut Karibia dekat Venezuela. Menteri Pertahanan AS mengumumkan bahwa operasi tersebut menargetkan sebuah kapal yang diklaim terlibat dalam penyelundupan narkoba, menewaskan enam orang di dalamnya.

Menurut laporan IRNA, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menyatakan pada Jumat malam 24 Oktober waktu setempat: “Atas perintah Presiden Donald Trump, Departemen Pertahanan melakukan serangan mematikan semalam terhadap kapal yang dikendalikan oleh kelompok Tren de Aragua (TdA) — sebuah organisasi teroris yang terlibat dalam penyelundupan narkoba di Laut Karibia.”

Hegseth menjelaskan bahwa berdasarkan informasi intelijen, kapal tersebut diduga kuat digunakan untuk mengangkut narkoba melalui jalur perdagangan gelap yang telah diidentifikasi.

“Dalam serangan ini, yang berlangsung di perairan internasional dan menjadi operasi malam pertama dari jenisnya, terdapat enam pria bersenjata di kapal tersebut. Seluruhnya tewas di tempat, tanpa ada korban dari pihak Amerika,” katanya.

Menegaskan sikap keras Pemerintah AS, Hegseth menambahkan: “Jika Anda seorang teroris narkotika yang menyelundupkan narkoba ke wilayah kami, kami akan memperlakukan Anda seperti Al-Qaeda. Siang atau malam, kami akan menemukan jaringan Anda, memburu, dan menghabisi Anda.”

Presiden Donald Trump sebelumnya, pada Rabu waktu setempat, telah mengumumkan dimulainya “operasi besar-besaran” terhadap kartel narkoba. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan operasi darat di Venezuela.

“Langkah selanjutnya mungkin serangan militer darat terhadap kartel-kartel itu. Kita bisa meminta persetujuan Kongres, tapi saya rasa mereka tidak akan keberatan,” ujar Trump.

“Apa yang akan mereka lakukan? Menolak menghentikan perdagangan narkoba yang membunuh 300.000 orang per tahun?” tambahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, serangkaian operasi militer AS dikabarkan telah menenggelamkan beberapa kapal yang menurut Gedung Putih digunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Venezuela.

Ketika ditanya apakah serangan selanjutnya bisa menargetkan wilayah darat Venezuela, Trump menjawab singkat: “Saya tidak ingin memberi tahu Anda secara pasti.”

Namun, ia memberi sinyal bahwa opsi serangan darat tetap terbuka, dengan alasan bahwa “laut kini sudah berada di bawah kendali”. Trump juga mengonfirmasi telah memberi izin kepada Badan Intelijen Pusat (CIA) untuk beroperasi di wilayah Venezuela.

Menanggapi pertanyaan apakah CIA dapat “menyingkirkan” Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, Trump menepis tudingan itu dan menyebut pertanyaan tersebut “konyol”.

Ketegangan antara Washington dan Caracas meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir, seiring pengerahan Militer AS di kawasan Karibia. Presiden Venezuela, Nicolás Maduro menuduh Washington menggunakan “perang melawan narkoba” sebagai kedok untuk melancarkan ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

“Amerika Serikat sedang menciptakan ancaman kontinental terbesar dalam satu abad terakhir,” tegas Maduro.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *