Atas Perintah Amerika, Dewan Militer Deir Ezzor Serang Posisi Militer Suriah di Timur Sungai Efrat
POROS PERLAWANAN – Pemberontak dari Dewan Militer Deir Ezzor, yang dipandu oleh pasukan Pendudukan Amerika, memulai serangan menargetkan tujuh desa yang dikuasai oleh Militer Suriah di tepi timur Sungai Efrat.
Laporan Koresponden Al-Mayadeen di Suriah pada Rabu 3 Desember, melaporkan bahwa pasukan pendudukan Amerika memberikan perintah kepada pemberontak dari Dewan Militer Deir Ezzor, yang berafiliasi dengan SDF (Pasukan Demokratik Suriah), untuk memulai serangan terhadap posisi-posisi Militer Suriah di tujuh desa di pedalaman utara Deir Ezzor, bersamaan dengan serangan yang dilakukan oleh Hay’at Tahrir al-Sham dan kelompok oposisi lainnya di Aleppo, Idlib, dan Hama.
Tujuh desa tersebut terletak di tepi timur Sungai Efrat, di pedalaman utara Deir Ezzor, yaitu: Al-Husayniah, Al-Salihiyah, Hatlah, Mraat, Muzaylum, Khasham, dan Al-Taybah, yang semuanya berada di bawah kontrol Militer Suriah.
Dilaporkan, pemberontak dari Dewan Militer Deir Ezzor membawa alat penghancur ranjau dan mulai menghilangkan penghalang tanah dari sisi front Khasham di utara Deir Ezzor.
Pertempuran sengit tercatat antara pemberontak Dewan Militer Deir Ezzor dan Militer Suriah di pinggiran desa Al-Salihiyah, Mraat, dan Al-Taybah di pedalaman utara Deir Ezzor, di mana pemberontak yang didukung Amerika meluncurkan 12 mortir ke desa Khasham di pedalaman Deir Ezzor.
Pertempuran sengit juga tercatat di front Al-Salihiyah di pedalaman utara Deir Ezzor antara kedua belah pihak.
Dewan Militer Deir Ezzor adalah kelompok bersenjata yang didukung oleh pasukan Pendudukan Amerika dan tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang menguasai wilayah utara Sungai Efrat, di mana terdapat beberapa pangkalan militer Amerika.
Sementara itu, pemberontak Takfiri dari Hay’at Tahrir al-Sham telah melancarkan serangan besar-besaran sejak Rabu lalu ke wilayah-wilayah di pedalaman Aleppo, Idlib, dan Hama, dan berhasil memasuki kota Aleppo.
Militer Suriah kemudian membangun garis pertahanan di pedalaman utara Hama dan melancarkan serangan balasan, merebut kembali kontrol atas beberapa desa dan kota di wilayah utara provinsi tersebut.
