Ayatullah Khamenei: Semua Pemimpin Politik dan Militer Israel Harus Diadili Atas Kejahatannya
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Ali Khamenei, menegaskan bahwa seluruh pejabat politik dan militer Israel harus dihadapkan ke pengadilan atas kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang terkepung. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah unggahan berbahasa Ibrani di platform media sosial X pada Sabtu malam, 23 November.
Ayatullah Khamenei menyebut, rezim Zionis adalah “geng teroris kriminal” yang bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk pembunuhan massal warga sipil, penghancuran infrastruktur, dan blokade yang melumpuhkan kehidupan jutaan orang di Gaza. Beliau menyerukan dunia internasional untuk tidak berdiam diri dan menuntut keadilan bagi para korban.
Pernyataan ini muncul hanya dua hari setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Perangnya, Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam agresi militer mereka di Gaza.
Dalam unggahannya, Ayatollah Khamenei menegaskan: “Semua pemimpin politik dan militer dari geng teroris kriminal Zionis harus diadili.”
Menurutnya, pengadilan semacam itu bukan hanya tuntutan rakyat Palestina, tetapi juga kewajiban moral bagi masyarakat internasional untuk menegakkan keadilan. Pemimpin Revolusi Islam juga menekankan bahwa Israel harus bertanggung jawab atas berbagai kejahatan yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade, mulai dari pendudukan ilegal hingga kekerasan sistematis terhadap warga Palestina.
Unggahan ini menjadi bagian dari retorika kuat Ayatullah Khamenei dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dan memperjuangkan hak-hak mereka yang dirampas oleh pendudukan Zionis.
Pernyataan tersebut juga mencerminkan posisi tegas Iran dalam mendukung perlawanan terhadap Israel dan menyerukan solidaritas dunia untuk melawan kezaliman rezim Zionis.
