Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ayatullah Mujtaba Khamenei Peringatkan Amerika tentang Respons Poros Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Agung Imam Sayyid Mujtaba Huseini Khamenei, memuji partisipasi jutaan rakyat Iran dalam prosesi penghormatan terakhir bagi “Syahid Iran” sekaligus menyerukan penguatan persatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Dalam pesan yang diterbitkan pada Jumat 17 Juli, Ayatullah Mujtaba Khamenei menegaskan bahwa pelanggaran berulang Amerika terhadap kesepahaman dengan Iran kembali membuktikan Washington tidak dapat dipercaya. Ia juga memperingatkan bahwa bangsa Iran bersama Poros Perlawanan memiliki “pelajaran yang tak akan pernah dilupakan” bagi Amerika.

Pada bagian awal pesannya, Ayatullah Mujtaba menyampaikan apresiasi kepada rakyat Iran yang telah menciptakan sebuah peristiwa bersejarah melalui prosesi penghormatan bagi “Syahid Iran”. Kehadiran puluhan juta warga di Teheran, Qom, Mashhad, serta berbagai kota dan desa lainnya disebut sebagai bukti penghargaan, kesetiaan, kesadaran, dan kecintaan yang mendalam kepada Pemimpin Syahid Revolusi Islam.

Menurut Ayatullah Mujtaba Khamenei, besarnya partisipasi masyarakat dalam prosesi tersebut membuat para sahabat Iran dan masyarakat merdeka di berbagai belahan dunia memberikan penghormatan. Sebaliknya, peristiwa itu disebut menimbulkan kebingungan, kemarahan, sekaligus ketakutan di kalangan musuh-musuh Iran.

Mengaitkan momentum tersebut dengan perkembangan politik terbaru, Ayatullah Mujtaba menilai pelanggaran berulang Amerika Serikat terhadap kesepahaman yang telah ditandatangani para presiden kedua negara kembali menunjukkan bahwa komitmen Washington tidak memiliki kredibilitas. Menurutnya, tekanan, dominasi, dan agresi tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan Amerika.

Beliau menambahkan bahwa tindakan terbaru Washington kembali memperlihatkan wajah Amerika tanpa kepura-puraan serta menjadi bukti baru atas ketidakjujuran, sikap yang tidak rasional, dan fakta tak dapat dipercayanya negara tersebut.

Ayatullah Mujtaba kemudian memperingatkan bahwa apabila Amerika tetap memilih meningkatkan konfrontasi dan menanggung konsekuensi yang lebih besar, bangsa Iran bersama Poros Perlawanan telah menyiapkan pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan. Menurutnya, keberanian para pejuang Islam dan keteguhan masyarakat di wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir merupakan sebagian dari pelajaran tersebut.

Beranjak dari persoalan eksternal, Ayatullah Mujtaba menempatkan persatuan nasional sebagai agenda paling mendesak. Menurutnya, menjaga persatuan di seluruh lapisan masyarakat dan seluruh lembaga negara merupakan syarat utama untuk mewujudkan cita-cita Revolusi Islam sekaligus menjaga kehormatan, kemerdekaan, dan kepentingan nasional Iran, terutama dalam menghadapi Amerika Serikat yang disebutnya sebagai musuh yang agresif dan penuh tipu daya.

Beliau juga kembali mengingatkan pentingnya menghindari perpecahan, pertentangan politik, maupun penonjolan perbedaan sosial. Menurutnya, menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh rakyat, sementara para pejabat serta tokoh yang memiliki kepedulian terhadap Revolusi Islam memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kohesi nasional.

Dalam pesannya, Ayatullah Mujtaba menegaskan bahwa kritik terhadap kinerja pejabat tetap memiliki nilai positif apabila dilandasi niat untuk memperbaiki keadaan. Namun, kritik tersebut tidak boleh berubah menjadi ketidakadilan terhadap pihak yang tidak bersalah ataupun merusak persatuan nasional. Dengan tetap menjaga kedua prinsip itu, kritik justru akan menjadi pendorong perbaikan dan kemajuan negara.

Ayatullah Mujtaba menambahkan bahwa musuh tidak boleh melihat sedikit pun tanda kelemahan dari Iran. Menurutnya, apabila persatuan dan kewaspadaan terus dipelihara, pihak lawan pada akhirnya akan mengalami kekalahan.

Pada penutup pesannya, Ayatullah Mujtaba Khamenei kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh rakyat Iran yang tetap menghadiri prosesi penghormatan bagi “Syahid Iran” meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan keterbatasan. Apresiasi juga disampaikan kepada para marja taklid, ulama, cendekiawan, tokoh budaya, aktivis sosial dan politik, lembaga sipil maupun militer, serta para pemimpin dan delegasi Poros Perlawanan yang turut menghadiri prosesi tersebut.

Di akhir pesan beliau berharap seluruh pihak yang mengambil bagian dalam peristiwa epik bersejarah itu memperoleh perhatian dan doa khusus dari Imam Mahdi af.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *