Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Bennett: Netanyahu Tak Tahu Cara Menang dalam Perang

POROS PERLAWANAN – Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dalam serangan pedasnya terhadap Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menang di medan perang mana pun.

“Para pejabat politik di pemerintahan saat ini, di bawah kepemimpinan Netanyahu, menghalangi Militer untuk meraih kemenangan di semua front, termasuk Gaza, Lebanon, dan Iran,” kata Bennett dalam wawancara dengan Kanal 12 Israel pada Kamis malam 26 Maret, Fars memberitakan.

Ia menyatakan bahwa “pertimbangan politik” telah diutamakan daripada keamanan, dan mengakui bahwa Militer Rezim Israel menghadapi kekurangan sekitar 20.000 tentara.

Politisi Zionis tersebut menyatakan bahwa merekrut sebagian dari ‘Haredim’ (Zionis ultra-Ortodoks) dapat mengisi kekosongan ini. Namun ia mengatakan bahwa Kabinet Netanyahu, karena alasan politik, tidak dapat mengambil langkah ke arah tersebut.

Juru Bicara Militer Israel, Effie Defrin baru-baru ini mengumumkan bahwa Militer menghadapi kekurangan sekitar 15.000 tentara akibat perluasan operasi militer di beberapa front dan kegagalan mengesahkan undang-undang wajib militer untuk Haredim.

Kepala Staf Umum Militer Israel, Eyal Zamir juga telah memperingatkan bahwa karena meningkatnya beban operasional dan kegagalan dalam mengesahkan undang-undang wajib militer, Militer Rezim “sedang bergerak menuju kehancuran internal”.

Undang-undang wajib militer bagi kaum Haredi menjadi pusat perselisihan di dalam Kabinet Netanyahu. Undang-undang tersebut bertujuan untuk merekrut kaum Haredi ke dalam Angkatan Bersenjata guna mengatasi kekurangan tenaga kerja, namun kaum Haredi menolak hal ini.

Perkembangan ini terjadi di tengah berlanjutnya agresi AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026. Kekhawatiran regional semakin meningkat terkait eskalasi perang.

Israel juga memperluas serangannya ke Lebanon pada 2 Maret, dengan serangan udara di Dahieh Selatan di Beirut dan wilayah-wilayah di selatan dan timur Lebanon, disertai dengan invasi darat terbatas di selatan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *