Demonstrasi Besar Rakyat Amerika Menentang Kebijakan Trump dan Elon Musk
POROS PERLAWANAN – Ribuan warga Amerika turun ke jalan di berbagai kota besar untuk memprotes kebijakan kontroversial Pemerintahan Donald Trump serta peran Elon Musk sebagai Penasihat Pemerintah. Aksi ini menyoroti berbagai kebijakan ekonomi, sosial, dan imigrasi yang dinilai merugikan rakyat.
Menurut laporan Boston Herald, salah satu demonstrasi terbesar terjadi di Boston Common, tepatnya di area Parkman Bandstand, yang dipenuhi massa sejak pukul 11 pagi waktu setempat. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi nasional bertajuk “Jangan Intervensi” (Hands Off!), yang berlangsung serentak di berbagai Negara Bagian pada Sabtu 5 April waktu setempat.
“Kami rakyat, artinya semua orang”, demikian tertulis dalam salah satu poster yang dibawa oleh pengunjuk rasa.
Demonstran membawa berbagai spanduk dan meneriakkan slogan seperti “Turunkan Trump dan Musk!” serta “Demokrasi bukan milik para miliarder!”
Protes ini dipicu oleh berbagai kebijakan kontroversial, termasuk pemecatan ribuan pekerja Federal, penutupan sejumlah lembaga Pemerintah, pemotongan dana layanan kesehatan, serta deportasi massal imigran.
Musk Jadi Sorotan Tajam
Elon Musk, yang menjabat sebagai Kepala Badan Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk oleh Pemerintahan Trump, dikritik keras atas perannya dalam mendorong pemangkasan besar-besaran anggaran Federal. Ia juga menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam kebijakan restrukturisasi lembaga publik yang dinilai hanya menguntungkan korporasi besar.
Sebagai pemilik Tesla, SpaceX, dan platform media sosial X (dulu Twitter), Musk dianggap memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan Pemerintah saat ini.
Menurut beberapa aktivis, kehadiran Musk di lingkaran dalam Pemerintahan Trump menciptakan konflik kepentingan serius, terutama terkait insentif energi, akses data publik, serta swastanisasi layanan negara.
Aksi Nasional dan Dukungan Internasional
Demonstrasi di Boston hanya salah satu dari lebih 1.200 aksi protes yang dilaporkan di seluruh Amerika Serikat hari itu. Di Washington, ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih, sementara aksi serupa juga terjadi di New York, Chicago, Los Angeles, dan Seattle.
Dukungan juga datang dari luar negeri. Aksi solidaritas dilaporkan terjadi di London, Berlin, Paris, dan Toronto, menandai bahwa gelombang penolakan terhadap Trump dan Musk tidak terbatas di dalam negeri AS saja.
