Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman Bantah Klaim Trump Soal Pengeboman Pertemuan Komandan Militer

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Yaman membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait serangan udara yang diklaim menargetkan pertemuan rahasia para komandan militer Yaman di provinsi Hudaidah.

Menurut laporan Saba News Agency pada Sabtu 5 April, otoritas lokal menyebut pernyataan Trump sebagai informasi yang “menyesatkan dan tidak berdasar”. Sumber resmi Pemerintah menyatakan bahwa video yang dirilis Trump memperlihatkan perayaan publik Hari Raya Idul Fitri, bukan pertemuan militer seperti yang diklaimnya.

“Perayaan serupa digelar secara terbuka di hampir seluruh provinsi Yaman. Tidak ada hubungan antara para peserta acara tersebut dengan operasi militer Angkatan Bersenjata Yaman,” ujar juru bicara lokal sebagaimana dikutip Saba News.

Trump Klaim Serangan Sukses

Dalam video yang dirilis pada Sabtu 5 April, Trump mengeklaim bahwa pasukan AS berhasil menargetkan sekelompok pemimpin militer Houthi yang diduga tengah merencanakan serangan terhadap kapal-kapal Amerika di Laut Merah.

“Orang-orang Houthi ini berkumpul untuk menerima perintah menyerang. Mereka tidak akan pernah menenggelamkan kapal kami lagi,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Namun, Pemerintah Yaman mengecam klaim tersebut sebagai alasan pembenaran terhadap agresi militer yang melanggar hukum internasional, yang menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.

Yaman Kecam Agresi AS

Pihak berwenang Yaman menyebut serangan udara terbaru oleh AS sebagai “bukti kegagalan dan kepanikan Washington” dalam menghadapi dinamika konflik di Kawasan. Mereka menuding serangan tersebut sebagai bagian dari agresi Amerika dan sekutunya, termasuk rezim Israel, terhadap rakyat di Kawasan, khususnya di Gaza dan Yaman.

“Kejahatan ini tidak akan dilupakan. Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mendukung rakyat Gaza yang tertindas, dan darah rakyat Yaman tidak akan dibiarkan mengering tanpa balasan,” tegas sumber tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *