Desak Baghdad Tak Jadi ‘Boneka AS’, Al-Nujaba Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan al-Khadimi atas Ledakan di Kadhimain
POROS PERLAWANAN – Sekjen al-Nujaba, Akram al-Kaabi menanggapi serangan teror terbaru di kota Kadhimain. Melalui akun Twitter-nya, al-Kaabi menyatakan bahwa ledakan di Kadhimain adalah sebuah penyusupan besar. Ia meminta agar Pemerintah bertanggung jawab atas itu.
“Ledakan yang terjadi di Kadhimain adalah sebuah aksi teroris sesungguhnya. Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga syuhada dan memohon agar Allah merahmati syuhada serta memberikan kesembuhan segera kepada para korban luka”, cuit al-Kaabi, seperti diberitakan Fars.
“Kami mengutarakan ketidakpuasan atas kelalaian dalam melindungi warga dan tempat-tempat suci, terutama kawasan yang semestinya aman sepenuhnya,” imbuh al-Kaabi.
“Telah terjadi sebuah penyusupan besar. Pemerintah harus menerima tanggung jawabnya dalam kasus penting ini. Terutama karena ada informasi bahwa kelompok teroris ISIS siap menyerang sejumlah daerah di Irak dan menjadikan warga tak berdosa sebagai target.”
Pada Kamis pekan lalu, sejumlah sumber berita mengabarkan terjadinya ledakan di kota Kadhimain, yang menewaskan 3 orang dan melukai sedikitnya 23 orang.
Awalnya diumumkan bahwa peristiwa itu disebabkan ledakan tabung gas di dekat sebuah restoran di kota tersebut. Namun ISIS kemudian mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Di lain pihak, anggota fraksi al-Shadiqun di Parlemen Irak, Muhammad al-Baldawi menyatakan Pemerintah Baghdad telah menyerahkan semua kuncinya kepada AS. Menurut al-Baldawi, semua keputusan yang merugikan al-Hashd al-Shaabi, juga konspirasi untuk mengembalikan terorisme, diambil dengan pengaturan dari AS.
“AS telah menjadikan Pemerintahan al-Kadhimi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan-tujuannya di Irak, termasuk menargetkan al-Hashd al-Shaabi dan mengembalikan terorisme ke kawasan-kawasan yang sudah dibebaskan,” kata al-Baldawi.
“Pemerintah harus memiliki pandangan dan sikap tegas terhadap Pemerintah AS, bukan malah menjadi boneka AS dan menyerahkan semua kunci kepadanya sehingga ia bisa berbuat seenaknya,” tandas al-Baldawi.
