Fidan: Perkembangan di Suriah Sulit Kami Toleransi
POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan menyatakan bahwa sejumlah perkembangan di Suriah, khususnya di Provinsi Sweida, tidak dapat ditoleransi oleh Ankara. Ia menuding Israel sebagai salah satu aktor yang mendorong ekspansionisme di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Pemerintah Sementara Suriah, Asad al-Shaibani, pada Rabu 13 Agustus. Fidan menilai, “Era baru telah dimulai di Suriah, namun ada pihak-pihak yang berusaha menggambarkan situasi secara negatif.”
Israel dan Situasi di Sweida
Fidan menyoroti bentrokan antara pasukan Pemerintah Sementara Suriah dan masyarakat Druze di Sweida. Menurutnya, Israel memainkan peran penting dalam “gambaran gelap” peristiwa itu.
“Israel sedang mengupayakan ekspansionisme di wilayah tersebut. Kekacauan dan lingkungan yang tidak stabil tampaknya menjadi prioritas dalam parameter keamanan nasional Israel,” tegasnya.
Kritik terhadap YPG dan Pasukan Demokratik Suriah
Fidan juga menyinggung kesepakatan 10 Maret antara Pemimpin Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mazloum Abdi, dan Kepala Pemerintahan Sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa. Ia menuduh SDF dan sayap militernya, YPG, tidak mematuhi kesepakatan tersebut.
“YPG merusak permainan di Suriah. Mereka tidak berintegrasi ke dalam sistem, mengacaukan suasana positif, dan mencoba mengelak. Harapan mereka tidak akan terwujud,” ujar Fidan.
Ia menambahkan: “Kami melihat anggota organisasi ini masih berada di Suriah. Jangan kira kami tidak menyadarinya. Permintaan saya kepada YPG: segera hilangkan ancaman terhadap Turki dan kawasan ini, termasuk para teroris yang direkrut dari seluruh dunia.”
Dukungan untuk Dialog Damai
Menanggapi inisiatif penyelesaian konflik di Sweida, Fidan menyatakan dukungannya terhadap pertemuan yang diadakan di Oman.
“Kami menyambut baik upaya suku-suku untuk bersatu dan menyelesaikan masalah ini secara damai,” katanya.
Menurut Fidan, langkah-langkah seperti ini penting untuk mengimbangi upaya pihak luar (khususnya AS-Israel) yang mencoba memicu kekacauan di Suriah.
