Hamas Tempuh Koordinasi Intensif dengan Seluruh Faksi Palestina sebelum Putuskan Gencatan Senjata
POROS PERLAWANAN — Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas mengumumkan bahwa pihaknya tengah melakukan konsultasi intensif dengan berbagai kelompok dan faksi Palestina untuk merespons usulan gencatan senjata terbaru yang diajukan melalui jalur mediasi regional.
Pernyataan singkat yang dirilis melalui saluran resmi Telegram Hamas pada Kamis malam 3 Juli seperti dikutip Mehrnews menyebutkan: “Sebagai wujud komitmen kami untuk menghentikan agresi Zionis terhadap rakyat Palestina dan menjamin akses bebas bagi bantuan kemanusiaan, Hamas sedang melakukan konsultasi dengan pemimpin kelompok dan faksi Palestina terkait usulan yang diajukan oleh para mediator sahabat.”
Hamas menambahkan bahwa setelah proses konsultasi selesai, keputusan final akan disampaikan kepada para mediator dan diumumkan secara resmi.
Pernyataan ini muncul di tengah klaim Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, yang sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah menyetujui ketentuan gencatan senjata yang dirancang dengan dukungan Amerika Serikat. Netanyahu juga menyebut bahwa bola kini berada di tangan Hamas untuk mengambil keputusan akhir.
Namun, di lapangan, serangan Militer Israel ke Jalur Gaza masih terus berlangsung. Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa kekerasan berskala besar terhadap warga sipil tetap terjadi, meskipun klaim gencatan senjata telah disampaikan oleh pihak Israel.
Situasi ini menimbulkan keraguan besar terhadap keseriusan rezim Israel dalam menghentikan agresi, terutama karena banyak pengamat menilai bahwa serangan udara dan darat di Gaza tetap berlanjut bersamaan dengan negosiasi gencatan senjata.
Sementara itu, sumber-sumber diplomatik menyebut bahwa mediasi sedang dilakukan oleh sejumlah negara Kawasan, termasuk Mesir dan Qatar, untuk mencapai kesepakatan yang dapat membuka jalan menuju penghentian permanen kekerasan serta pemulihan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung.
