Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hapus Jejak Kejahatan: Israel Gunakan Senjata Terlarang dan Hancurkan Jasad para Syuhada Gaza

Israel Panik Usai Yaman Umumkan Siap Kembali Lancarkan Blokade Laut

POROS PERLAWANAN – Direktur Jenderal Kedokteran Forensik di Gaza mengungkap bahwa jasad sejumlah syuhada mengalami pembusukan dan bahkan menguap akibat penggunaan senjata terlarang oleh Israel. Ia juga menegaskan bahwa rezim pendudukan Zionis telah menghancurkan seluruh peralatan otopsi dan berusaha menghilangkan bukti kejahatan perangnya.

Penghancuran Bukti Kejahatan Perang

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Minggu (16/3), rezim Zionis terus melakukan kejahatan brutal yang mengakibatkan ribuan jenazah syuhada tetap tertimbun di bawah reruntuhan atau hancur akibat senjata berdaya ledak tinggi. Dalam sebuah laporan yang menyoroti dimensi tersembunyi dari kejahatan perang Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza, Direktur Jenderal Kedokteran Forensik Gaza, Khalil Hamadeh, menegaskan bahwa Israel secara sistematis berupaya menghancurkan bukti yang dapat membuktikan kejahatannya.

“Musuh Zionis berusaha menghapus semua dokumen dan bukti yang menunjukkan kejahatan perang mereka terhadap warga Palestina di Jalur Gaza,” ungkap Hamadeh.

Ia juga menyoroti bahwa fasilitas serta peralatan yang dibutuhkan untuk uji DNA dalam mengidentifikasi jasad para syuhada masih belum tersedia di Gaza.

Kehancuran Fasilitas Forensik

Hamadeh mengungkapkan bahwa rezim pendudukan telah menghancurkan seluruh peralatan forensik penting, termasuk gergaji listrik dan perangkat pengujian. Selain itu, mereka juga melarang impor alat uji toksikologi, sehingga menyulitkan proses identifikasi korban.

“Kami mengalami krisis sumber daya manusia yang parah. Saat ini, hanya ada tiga dokter spesialis forensik di seluruh provinsi di Jalur Gaza,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa militer Zionis sengaja menyebarkan berkas pemeriksaan jenazah di sekitar rumah sakit serta menghancurkan peralatan otopsi, yang semakin memperumit proses identifikasi korban perang.

Jenazah Syuhada yang Menguap

Menurut laporan Hamadeh, puluhan jenazah yang tiba di fasilitas forensik masih belum teridentifikasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tewasnya seluruh anggota keluarga dalam satu serangan, terputusnya komunikasi selama perang, atau hilangnya informasi tentang lokasi dan keberadaan korban.

“Tentara Zionis juga menguburkan sejumlah syuhada dalam kuburan massal setelah pembantaian mereka, sementara jasad lainnya membusuk sebelum ditemukan. Intensitas pemboman yang dilakukan begitu dahsyat sehingga beberapa jenazah menguap,” jelas Hamadeh.

Senjata Terlarang yang Melumat Jasad

Dalam laporan Palestinian Information Center, dikonfirmasi bahwa Israel menggunakan senjata yang dilarang secara internasional untuk membunuh warga sipil di Gaza. Senjata tersebut menyebabkan jasad korban menguap hingga benar-benar menghilang.

Menurut laporan ini, ribuan syuhada di Jalur Gaza hancur akibat penggunaan bom yang belum diketahui jenisnya. Saat meledak, bom tersebut menghasilkan suhu ekstrem yang menyebabkan tubuh manusia meleleh dan tekanan ledakan mengubahnya menjadi partikel-partikel kecil yang tak kasatmata.

Dr. Munir Al-Barsh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, dalam laporannya mengungkapkan bahwa Israel menggunakan senjata tak dikenal, terutama di wilayah utara Gaza, yang menyebabkan tubuh korban menguap secara total.

“Tentara pendudukan telah menggunakan senjata yang menyebabkan sejumlah besar warga hilang sama sekali, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa salah satu senjata terlarang yang digunakan Israel adalah bom berdaya ledak tinggi yang menghasilkan suara mengerikan.

“Siapa pun yang berada dalam radius 200 hingga 300 meter dari ledakan bom ini akan menguap seketika,” tambahnya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard mengindikasikan bahwa Israel kemungkinan telah menggunakan bom Mark-84 (MK-84) buatan Amerika, yang penggunaannya di Gaza melanggar hukum humaniter internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *