Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Instalasi Pengolahan Air di Maryland Diretas Kelompok Handala

POROS PERLAWANAN — Di saat Amerika Serikat kerap menempatkan diri sebagai rujukan keamanan siber dunia, sebuah laporan dari forum keamanan siber justru mengungkap dugaan pembobolan terhadap salah satu infrastruktur vitalnya sendiri. Seorang peneliti keamanan siber menyebut kelompok peretas Handala berada di balik infiltrasi ke sistem kendali Instalasi Pengolahan Air R.C. Willson di Negara Bagian Maryland.

Mengutip Fars News pada Selasa (21/7/26), peneliti tersebut menyatakan operasi siber itu berlangsung selama lima hari, sejak 17 hingga 21 Juli 2026, dengan sasaran programmable logic controller (PLC) yang mengendalikan proses pengolahan air bagi lebih dari satu juta pelanggan.

Menurut hasil analisis teknis yang dipublikasikan, pelaku diduga berhasil menyusup ke sistem kendali industri dan menanamkan backdoor khusus yang memungkinkan perubahan terhadap sejumlah parameter penting dalam proses pengolahan air.

Backdoor tersebut disebut menggunakan nama FreePalestine dan untuk pertama kalinya teridentifikasi dalam insiden ini. Yang lebih mengkhawatirkan, berdasarkan temuan peneliti itu, akses tersembunyi tersebut diduga masih aktif di dalam sistem dan belum berhasil dideteksi.

Peneliti tersebut mengaitkan operasi ini dengan kelompok Handala setelah menemukan kesamaan infrastruktur yang digunakan pelaku serta kecocokan dengan pola ancaman terbaru yang dipublikasikan melalui kanal Telegram kelompok tersebut. Berdasarkan indikator-indikator tersebut, ia menilai kemungkinan besar operasi dilakukan oleh Handala tanpa menarik perhatian publik selama berlangsung.

Keterlibatan kelompok Handala masih sebatas analisis peneliti dan belum memperoleh verifikasi independen.

Ironisnya, dugaan pembobolan terhadap fasilitas yang memasok air bagi lebih dari satu juta pelanggan kembali mengingatkan bahwa dalam dunia siber, reputasi sebagai penjaga keamanan tidak selalu berbanding lurus dengan kekebalan terhadap serangan. Terkadang, celah terbesar justru muncul di balik tembok yang selama ini paling percaya diri disebut sebagai benteng.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *