Iran Deklarasikan Dukungan untuk Venezuela Hadapi Ancaman AS
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Menteri Luar Negeri Venezuela, Ivan Gil, mengumumkan pada Senin 1 September bahwa ia telah bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Caracas, Ali Shaghani. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kembali apa yang digambarkannya sebagai “aliansi strategis, persahabatan, dan perjuangan bersama dalam mempertahankan kedaulatan, pembangunan, dan multipolaritas.”
Gil menyatakan bahwa selama pertemuan tersebut, Venezuela menerima pesan solidaritas dari Iran di tengah ancaman terhadap perdamaian dan keamanan di Venezuela, kawasan Karibia, dan Amerika Latin secara keseluruhan.
Dia juga menekankan keyakinan Venezuela dalam melanjutkan kerja sama dengan Iran, baik secara bilateral maupun dalam forum multilateral. Menurutnya, hubungan ini akan terus berkembang sejalan dengan diplomasi perdamaian negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin kemarin menyatakan, penempatan Angkatan Laut AS di Karibia merupakan ancaman terbesar di benua ini dalam satu abad terakhir.
Dalam konferensi pers, Maduro mengatakan bahwa delapan kapal militer AS yang dilengkapi dengan 1.200 rudal dan sebuah kapal selam nuklir telah ditempatkan di lepas pantai Venezuela. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “langkah yang berlebihan, tidak dapat dibenarkan, tidak bermoral, benar-benar kriminal, dan ancaman yang kejam.”
Maduro menuduh Washington menerapkan kebijakan tekanan militer maksimal terhadap Caracas. Tindakan ini memaksa Venezuela untuk menyatakan kesiapan penuh dalam pertahanan nasional.
“Venezuela adalah negara yang damai, tetapi rakyatnya terbuat dari pejuang dan mereka tidak akan pernah menyerah di hadapan ancaman atau pemerasan,” kata Maduro.
Meskipun ketegangan semakin meningkat, Maduro menyatakan bahwa Caracas tetap mempertahankan dua saluran diplomatik dengan Washington. Satu melalui Duta Besar Sementara AS di Kolombia, John McNamara, dan yang lainnya dengan Utusan Khusus Presiden AS Richard Grenell.
