Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Desak Dewan Keamanan PBB Tindak Israel yang Secara Terbuka Akui Terlibat Pembunuhan Syahid Ismail Haniyah

POROS PERLAWANAN – Iran mengajukan protes keras kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Syahid Ismail Haniyah. Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan, Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

Latar Belakang Pembunuhan Haniyah

Ismail Haniyah gugur syahid pada 31 Juli 2024 di Tehran saat menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Pada 23 Desember 2024, dalam sebuah acara resmi Kementerian Pertahanan Israel, Katz secara terang-terangan mengakui peran Israel dalam pembunuhan tersebut. Pengakuan ini memicu kecaman internasional, termasuk dari Iran yang menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang mencederai kedaulatan negara lain.

Tanggapan Iran

Dalam suratnya, Iravani menulis bahwa pengakuan Israel atas serangan terhadap seorang pemimpin politik di wilayah kedaulatan Iran adalah bukti jelas pelanggaran hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB. “Tindakan ini menegaskan kembali bahwa rezim Zionis adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan regional maupun internasional,” tegasnya.

Surat tersebut juga menyebut respons defensif Iran pada 1 Oktober 2024, yang disebut sebagai balasan sah terhadap pembunuhan Haniyah, sebagai tindakan yang sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.

Desakan kepada Dewan Keamanan

Iravani mendesak Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel dan menghentikan impunitas yang selama ini dinikmati rezim tersebut. “Sikap diam Dewan Keamanan tidak hanya akan mendorong rezim Zionis untuk melakukan lebih banyak kejahatan, tetapi juga melemahkan kepercayaan pada Organisasi Internasional ini,” tambahnya.

Ia juga menyoroti upaya Israel yang menggunakan tuduhan terhadap Iran sebagai alat untuk membenarkan tindakan agresifnya di Kawasan, termasuk terhadap Yaman.

Konsekuensi Internasional

Pengakuan Israel atas pembunuhan Haniyah dinilai sebagai eskalasi berbahaya dalam ketegangan Timur Tengah. Para analis melihat tindakan ini sebagai tantangan langsung terhadap norma-norma internasional dan potensi ancaman baru bagi stabilitas Kawasan.

Iran menutup suratnya dan menyerukan komunitas internasional untuk bertindak tegas. “Jika Dewan Keamanan terus membiarkan pelanggaran seperti ini, prinsip-prinsip fundamental PBB akan hancur, dan dunia akan menyaksikan lebih banyak kekacauan,” tegas Iravani.

Surat ini menambah tekanan internasional terhadap Israel yang semakin terisolasi akibat kebijakan agresifnya di Kawasan. Kini, perhatian global tertuju pada respons Dewan Keamanan terhadap kasus yang dapat menjadi ujian kredibilitas PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *