Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Luncurkan 10 Proyek AI Strategis untuk Kejar Ketertinggalan Global

POROS PERLAWANAN — Iran meluncurkan sedikitnya 10 proyek strategis kecerdasan buatan (AI) dalam upaya mempersempit jarak ketertinggalan dari negara-negara terdepan dalam teknologi ini. Inisiatif tersebut mencakup pembangunan Platform AI Nasional, pengembangan asisten cerdas bagi presiden dan kabinet, serta penerapan AI di sektor kesehatan, energi, industri, pendidikan, dan olahraga.

Langkah ini diambil di tengah kontras tajam posisi Iran di peta global AI. Negara tersebut berada di peringkat ke-13 dunia dalam produksi riset AI, namun terpuruk di kisaran peringkat 70–75 dalam penerapan teknologi. Dalam Indeks Kesiapan Kecerdasan Buatan Pemerintah 2024, Iran menempati posisi ke-91 dari 188 negara, meski naik tiga peringkat dibanding tahun sebelumnya.

Menurut laporan Mehrnews, pengembangan AI telah ditetapkan sebagai prioritas nasional pemerintahan ke-14. Sepanjang September 2024 hingga Oktober 2025, proyek-proyek besar diluncurkan untuk memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, dan mendorong transformasi industri strategis.

Platform AI Nasional Jadi Tulang Punggung

Pusat dari strategi ini adalah Platform Kecerdasan Buatan Nasional yang mulai dirancang pada Oktober 2024. Saat ini platform tersebut memiliki kapasitas komputasi sekitar 10 petaflops dan ditargetkan meningkat hingga 300–400 petaflops pada 2026 melalui keterlibatan sektor swasta.

Pejabat di bidang sains dan teknologi menyebut kapasitas ini cukup untuk menopang kebutuhan riset nasional selama beberapa tahun ke depan. Versi penuh platform dijadwalkan beroperasi akhir 2025 atau awal 2026, menyediakan layanan laboratorium digital dan pengolahan data bagi universitas serta perusahaan berbasis pengetahuan.

Keunggulan strategis platform ini terletak pada kemampuannya beroperasi melalui intranet nasional, memungkinkan sistem tetap berjalan meski koneksi internet global terputus, faktor krusial bagi negara yang kerap berada di bawah tekanan sanksi internasional.

Asisten AI untuk Presiden dan Menteri

Salah satu proyek paling sensitif adalah pengembangan Asisten Kecerdasan Buatan untuk presiden dan kabinet. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan melalui analisis data besar dan laporan real-time lintas sektor.

Pada tahap awal, 13 universitas dilibatkan dalam pengembangan dan lokalisasi model bahasa. Pemerintah mengklaim tingkat lokalisasi telah mencapai sekitar 70 persen. Proyek ini diluncurkan pada Mei 2025 dan telah diterapkan di 10 kementerian dan lembaga eksekutif, termasuk sektor kesehatan, ekonomi, industri, energi, komunikasi, dan pertanian.

Fokus Besar pada Kesehatan

Sektor kesehatan menjadi prioritas dengan sekitar 20 proyek berbasis AI, termasuk pengembangan obat penyakit SMA dan perangkat diagnostik kanker pencernaan. Pemerintah memperkirakan proyek-proyek ini dapat menghemat devisa lebih dari 40 juta dolar AS.

Sistem rujukan kesehatan dua lapis tengah dibangun, mulai dari layanan kesehatan keluarga dengan konsultasi AI untuk penyakit umum hingga sistem pengobatan untuk tiga penyakit dengan beban tertinggi: jantung, kanker, dan ginjal. Di unit perawatan intensif, teknologi AI digunakan untuk memantau tanda vital pasien secara real-time dan mengirim peringatan otomatis kepada tenaga medis. Pemerintah mengklaim sistem ini mampu menekan biaya rumah sakit hingga 30–40 persen.

Dampak Nyata di Industri Strategis

Di sektor minyak dan gas, penerapan AI pada fase kedua Pusat Manajemen Sumur, Reservoir, dan Fasilitas Minyak Terpadu dilaporkan meningkatkan produksi dua ladang minyak sebesar 12.500 barel per hari.

Di sektor kelistrikan, sistem pintar berbasis sensor dan AI diterapkan di Pembangkit Listrik Shariati, Mashhad, untuk pemantauan daring, analisis real-time, dan prediksi kerusakan peralatan. Hasilnya berupa penurunan pemadaman mendadak dan peningkatan efisiensi operasional.

AI juga digunakan untuk memproses pengembalian pajak otomatis, mendeteksi kecurangan fiskal, serta mengelola rantai pasok ayam di sektor pertanian guna menekan pemborosan.

Olahraga dan Pendidikan Massal

Pemerintah mendirikan Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan Olahraga untuk menganalisis performa atlet melalui perangkat wearable, sensor gerak, dan algoritma pengolahan data. Teknologi ini telah diterapkan pada cabang gulat dan anggar, memungkinkan evaluasi sudut sendi, tingkat kelelahan, dan prediksi risiko cedera.

Di bidang pendidikan, program nasional AI dimulai Juni 2025 dengan target melatih satu juta siswa dan 100 ribu guru. Pendidikan AI tingkat pascasarjana telah berjalan di 20 universitas sejak Februari 2024. Tahun ini, 24 proyek riset AI didukung, termasuk 18 penelitian pascadoktoral dan 14 disertasi doktoral, serta perekrutan 12 lulusan terbaik sebagai dosen universitas.

Tantangan Implementasi

Meski produktivitas ilmiah Iran di bidang AI relatif tinggi, jurang antara riset dan implementasi masih lebar. Di tengah kompetisi global, dengan Tiongkok mendominasi volume publikasi, Amerika Serikat unggul dalam riset berdampak tinggi, dan India melesat dalam adopsi teknologi, keberhasilan Iran akan diukur bukan dari jumlah proyek, melainkan dari konsistensi penerapan dan dampak ekonominya.

Apakah rangkaian proyek ini mampu mentransformasi ekosistem AI Iran secara berkelanjutan akan menjadi penentu apakah negara tersebut dapat keluar dari paradoks klasiknya: kaya riset, miskin implementasi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *