Iran Peringatkan PBB Soal Polusi Berbahaya Akibat Serangan AS–Israel ke Fasilitas Minyak
POROS PERLAWANAN — Iran memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang potensi krisis lingkungan serius setelah serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam fasilitas energi dan infrastruktur sipil negara itu. Peringatan tersebut disampaikan dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, disertai seruan agar komunitas internasional segera mengambil tindakan.
Wakil Presiden Iran sekaligus Kepala Departemen Lingkungan Hidup, Sheena Ansari menyampaikan peringatan tersebut pada Selasa 11 Maret. Dalam suratnya, ia menyebut berbagai infrastruktur sipil Iran telah menjadi sasaran sejak dimulainya agresi militer besar-besaran AS–Israel pada 28 Februari.
Ansari juga menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik tersebut, termasuk tragedi di kota Minab, Iran selatan. Sekitar 170 siswi dilaporkan tewas setelah pemboman gabungan AS–Israel menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh.
Hampir 100 siswi lainnya dari sekolah yang sama dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada hari pertama perang tersebut.
Dalam surat yang dilansir Press TV, Ansari juga mengungkap serangan udara pada malam 7 Maret yang menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran. Serangan itu menyebabkan pelepasan besar-besaran senyawa hidrokarbon beracun serta oksida sulfur dan nitrogen ke atmosfer.
Menurut Ansari, pelepasan polutan tersebut berpotensi memicu krisis pencemaran udara di Teheran dan kota tetangganya, Karaj, serta menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit pernapasan maupun kardiovaskular.
Ia juga memperingatkan bahwa hujan yang turun pada pagi 8 Maret dapat menyebarkan zat berbahaya bersifat asam. Kondisi tersebut berpotensi merusak paru-paru manusia serta mencemari sumber daya air dan ekosistem alami.
Dalam bagian lain suratnya, Ansari menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur sipil tersebut merupakan pelanggaran jelas terhadap komitmen internasional terkait perlindungan lingkungan.
Ia mendesak Sekretaris Jenderal PBB dan berbagai mekanisme khusus di bawah Organisasi itu untuk mengecam serangan tersebut serta meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
Ansari juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil sikap tegas terhadap apa yang ia sebut sebagai “kejahatan nyata terhadap lingkungan dan masyarakat Iran”.
