Iran Surati PBB Usai 4 Diplomatnya Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon
POROS PERLAWANAN — Iran mengecam keras pembunuhan empat diplomat seniornya di Beirut, Lebanon, yang disebut sebagai “kejahatan keji” dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Menurut laporan Press TV pada Rabu 11 Maret, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyatakan bahwa Israel melakukan serangan terarah terhadap Hotel Ramada di Beirut pada 8 Maret yang menewaskan keempat diplomat tersebut.
Dalam suratnya, Iravani menjelaskan para diplomat Iran sebelumnya dipindahkan sementara ke hotel tersebut sebagai langkah pengamanan setelah Militer Israel secara terbuka mengancam akan menargetkan perwakilan resmi Iran di Lebanon.
Pemindahan tersebut, kata Iravani, dilakukan dengan koordinasi penuh bersama otoritas Lebanon.
Ia menegaskan bahwa pembunuhan para diplomat yang sedang menjalankan tugas resmi di wilayah negara berdaulat lain merupakan tindakan terorisme yang sangat serius.
“Pembunuhan para diplomat saat menjalankan tugas sebagai perwakilan resmi negara berdaulat di wilayah negara berdaulat lain merupakan tindakan terorisme yang keji dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional”, tulisnya.
Iravani menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB serta Konvensi 1973 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan terhadap Orang yang Dilindungi Secara Internasional.
Ia menegaskan bahwa Israel memikul tanggung jawab penuh atas apa yang disebutnya sebagai “kejahatan perang” tersebut dan harus dimintai pertanggungjawaban.
Pembunuhan para diplomat Iran itu terjadi sekitar sepekan setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan gelombang agresi militer terbaru terhadap Republik Islam Iran.
Serangan tersebut mengakibatkan syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta lebih dari 1.332 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, selain sejumlah Komandan Militer Iran.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan berupa gelombang rudal dan drone yang menargetkan Wilayah Pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Kawasan.
