Senator AS Chris Murphy Peringatkan Risiko Besar Invasi Darat ke Iran
POROS PERLAWANAN — Senator Amerika Serikat, Chris Murphy memperingatkan risiko besar jika Washington melancarkan invasi darat ke Iran. Langkah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan korban besar di pihak Militer Amerika Serikat.
Murphy menyampaikan peringatan tersebut dalam wawancara dengan CNN pada Selasa 10 Maret. Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS tersebut menanggapi wacana pengiriman pasukan darat atau operasi rahasia untuk mengambil uranium yang diperkaya dari Iran.
Menurut Murphy, perang yang sedang berlangsung sudah membawa dampak serius bagi Amerika Serikat, termasuk biaya militer yang sangat besar.
“Perang ini sudah menjadi bencana yang terus membesar. Situasi akan semakin buruk jika Presiden mulai berbicara tentang mengerahkan pasukan darat,” kata Murphy, seperti dikutip Press TV.
Murphy menilai pengerahan pasukan darat berisiko memicu korban besar di pihak Militer Amerika.
“Pada titik tersebut, kita berbicara tentang puluhan bahkan ratusan korban baru dari pihak Amerika,” ujarnya.
Senator dari Partai Demokrat tersebut juga menilai Pemerintah Amerika tidak memiliki tujuan yang jelas dalam konflik dengan Iran.
“Saya menilai Pemerintahan ini gagal memahami cara mencapai tujuan mereka. Sasaran berubah dari menit ke menit. Kadang mengejar perubahan rezim, kadang tidak,” kata Murphy.
Murphy juga menyoroti program nuklir Iran yang telah berkembang dengan teknologi tinggi. Menurutnya, serangan militer tidak akan mampu menghapus pengetahuan ilmiah yang sudah dimiliki negara tersebut.
“Mereka terus berbicara tentang menghapus program nuklir Iran. Namun mereka gagal memahami satu hal penting. Anda tidak bisa mengebom pengetahuan hingga hilang,” kata Murphy.
Murphy juga menilai pengiriman pasukan darat untuk mengambil uranium yang diperkaya tidak akan menghentikan kemampuan teknologi nuklir Iran.
Menurutnya, pengetahuan ilmiah dan teknologi tetap akan berada di dalam negeri tersebut.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Serangan tersebut mengakibatkan syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk sekolah, rumah sakit, dan fasilitas olahraga.
Sebagai respons, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke Wilayah Pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Kawasan.
