Iran Tegaskan AS sebagai ‘Pemikul Tanggung Jawab Utama’ Agresi Militer Terbaru terhadap Republik Islam
POROS PERLAWANAN – Juru Bicara senior Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyatakan bahwa Amerika Serikat memikul tanggung jawab utama atas agresi militer terbaru terhadap Iran. Hal ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan jaringan berita Al-Mayadeen pada Selasa 8 Juli, seperti dikutip Kantor Berita Tasnim.
“Kami menganggap Amerika bertanggung jawab utama atas agresi terhadap Iran,” ujar Shekarchi, mengacu pada konflik militer selama 12 hari yang baru saja berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata.
Respons Iran: “Kami Tak Mulai Perang, Tapi Menjawab dengan Keras”
Shekarchi menegaskan bahwa Iran tidak memulai konfrontasi militer, namun memberikan respons tegas atas serangan yang diterima. Ia menyatakan bahwa pukulan balasan Iran menjadi penentu berakhirnya operasi militer.
“Gencatan senjata ini baru tercapai setelah musuh menerima pukulan hebat dari pasukan kami,” jelasnya.
Sebagai bagian dari operasi balasan tersebut, Shekarchi mengeklaim bahwa pasukan Iran berhasil menimbulkan kerusakan besar pada fasilitas militer AS, khususnya di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, yang merupakan salah satu instalasi militer utama Amerika di kawasan Teluk.
Qatar Negara Sahabat, Tapi Target AS Ada di Sana
Meski menyebut Qatar sebagai “negara bersahabat”, Shekarchi menjelaskan bahwa kehadiran militer AS di negara tersebut menjadikannya titik penting dalam eskalasi regional.
Seruan Transparansi dan Peringatan Keras
Jenderal Shekarchi menantang klaim Amerika Serikat sebagai negara demokratis dengan menyerukan transparansi atas kerusakan yang diderita oleh pihak AS dan sekutunya.
“Jika mereka benar-benar demokratis dan jujur, biarkan dunia tahu seberapa besar kehancuran yang mereka derita akibat serangan kami,” ucapnya.
Ia juga menutup pernyataannya dengan peringatan keras kepada musuh-musuh Iran: “Angkatan Bersenjata kami memiliki kapasitas untuk merespons lebih dahsyat dari sebelumnya, dan kami akan membuktikannya secara praktis dan di medan tempur.”
Konteks Perang 12 Hari dan Gencatan Senjata
Konflik militer selama 12 hari antara Iran dan koalisi AS-Israel memicu eskalasi regional, dengan laporan serangan rudal dan balasan udara yang berdampak pada beberapa titik strategis di Timur Tengah. Gencatan senjata diumumkan setelah intervensi diplomatik beberapa pihak, meski ketegangan tetap tinggi.
