IRGC Bongkar Jaringan Intelijen Amerika–Israel di Iran
POROS PERLAWANAN — Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengidentifikasi dan menghancurkan jaringan anti-keamanan yang diklaim dipimpin oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat dan Israel di dalam wilayah Iran.
Dalam pernyataannya pada Selasa 11 November, seperti dikutip Kantor Berita Tasnim, IRGC menyebut operasi tersebut merupakan hasil dari “pemantauan jangka panjang, pengawasan intensif, dan tindakan intelijen terkoordinasi” di sejumlah provinsi.
Jaringan Intelijen Asing Berhasil Diringkus
Menurut keterangan resmi, jaringan tersebut dibentuk untuk mengganggu stabilitas internal Iran pada paruh kedua tahun 1404 dalam kalender Persia (sekitar akhir 2025). Organisasi ini disebut terdiri dari sejumlah “unsur penipu dan pengkhianat” yang diduga direkrut dan diarahkan oleh Badan Intelijen Amerika dan Israel.
“Berkat rahmat Tuhan dan kewaspadaan para pengawal anonim Imam Zaman (a.f.s.) di jajaran Intelijen Garda Revolusi, anggota jaringan ini berhasil dijebak dan ditangkap,” demikian isi pernyataan IRGC.
Operasi penangkapan dilakukan secara simultan di beberapa provinsi Iran, dengan sasaran sel-sel yang diklaim memiliki keterkaitan langsung dengan Rezim Zionis. Tidak disebutkan berapa banyak individu yang ditahan atau rincian tentang aktivitas mereka, namun IRGC menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.
Konteks Politik dan Keamanan
Dalam pernyataan tersebut, IRGC juga menyinggung perubahan strategi yang dilakukan Israel setelah kekalahan militernya dalam konflik bersenjata atau Perang 12 Hari beberapa bulan lalu. Menurut IRGC, kegagalan tersebut mendorong Tel Aviv dan sekutunya di Washington untuk mengalihkan fokus ke operasi rahasia yang menargetkan stabilitas keamanan dalam negeri Iran.
“Rezim Zionis, sebagai proksi Amerika di Kawasan, berupaya menutupi kekalahan memalukan di arena militer dengan melancarkan operasi intelijen yang mengacaukan keamanan publik”, tulis lembaga tersebut.
Para pejabat keamanan Iran berulang kali menyebut Badan Intelijen asing terlibat dalam operasi sabotase, perang siber, dan penyusupan jaringan dalam upaya melemahkan sistem keamanan nasional.
Operasi Intelijen Terkoordinasi
Laporan dari Tasnim menyebutkan bahwa operasi pembongkaran jaringan ini melibatkan sejumlah satuan Intelijen IRGC di berbagai provinsi. Penangkapan dilakukan secara serentak untuk mencegah pelaku melarikan diri atau menghapus jejak komunikasi mereka.
Sumber internal yang dikutip media Iran menyatakan bahwa operasi IRGC tersebut “menggagalkan rencana spionase dan sabotase yang ditujukan untuk menciptakan kekacauan sosial dan melemahkan kepercayaan publik terhadap lembaga keamanan negara”.
Meskipun rincian teknis operasi tidak diungkapkan, laporan menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi IRGC untuk memperkuat keamanan siber dan melawan infiltrasi intelijen asing di dalam negeri.
IRGC: Keamanan Nasional adalah Garis Merah
Menutup pernyataannya, Organisasi Intelijen IRGC menegaskan bahwa keamanan nasional Iran merupakan “garis merah” yang akan dijaga dengan segala kemampuan yang dimiliki.
“Setiap upaya asing untuk mengacaukan keamanan dan ketertiban publik akan mendapat respons tegas dan terukur,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
IRGC juga menyatakan akan merilis informasi tambahan mengenai jaringan ini setelah proses investigasi dan interogasi para tersangka selesai dilakukan.
Pembongkaran jaringan ini, akan menjadi salah satu operasi intelijen terbesar IRGC dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Iran berusaha menampilkan diri sebagai negara yang tidak hanya bertahan di tengah tekanan eksternal, tetapi juga aktif melawan infiltrasi di tingkat strategis.
Bagi IRGC, keberhasilan ini bukan hanya kemenangan keamanan, melainkan simbol bahwa Iran semakin kuat menjaga kedaulatannya, di tengah dinamika geopolitik Kawasan yang terus memanas.
