Venezuela Diserang AS, Ledakan Besar Guncang Caracas
POROS PERLAWANAN — Pemerintah Venezuela menyatakan negaranya menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat, termasuk di Caracas, Ibu Kota negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah laporan ledakan, aktivitas pesawat militer, serta pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 3 Januari, media Barat melaporkan ledakan besar terdengar di Caracas sejak Sabtu pagi.
Pemerintah Venezuela menyebut serangan menargetkan fasilitas sipil dan militer di berbagai wilayah. Al Jazeera melaporkan suara jet tempur melintas di atas langit Caracas, disertai aktivitas udara intens di sejumlah titik strategis.
Reuters melaporkan pemadaman listrik terjadi di wilayah selatan Caracas, dekat salah satu pangkalan militer. Sejumlah laporan lain menyebut helikopter angkut jenis Chinook terlihat terbang di sekitar lokasi ledakan.
CBS: Trump Perintahkan Serangan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan serangan terhadap sejumlah target di Venezuela, termasuk fasilitas militer. Informasi ini disampaikan jurnalis CBS News, Jennifer Jacobs, pada Sabtu.
“Presiden Trump memerintahkan serangan terhadap lokasi di dalam wilayah Venezuela, termasuk fasilitas militer”, tulis Jacobs melalui platform X, mengutip pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya.
Jacobs juga menyebut pejabat Pemerintahan Trump mengetahui laporan ledakan dan aktivitas pesawat di atas Caracas. “Pejabat Pemerintahan Trump mengetahui laporan tentang ledakan dan aktivitas pesawat di atas Ibu Kota Venezuela pada pagi hari ini, sejumlah sumber mengatakan kepada CBS News. Namun, hingga kini belum ada komentar resmi”, tulisnya.
Keadaan Darurat dan Mobilisasi Nasional
Pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional setelah Presiden menandatangani perintah eksekutif. Menteri Luar Negeri Venezuela menyampaikan pengerahan segera seluruh kekuatan pertahanan rakyat di berbagai wilayah, disertai seruan mobilisasi nasional.
Ia menuding Amerika Serikat berada di balik serangan yang menargetkan kawasan permukiman, infrastruktur, serta pusat kota Caracas. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional.
Presiden Nicolás Maduro menyatakan Caracas menjadi sasaran serangan rudal. Media lokal juga melaporkan dugaan serangan terhadap kediaman Menteri Pertahanan Venezuela, meski belum ada konfirmasi resmi terkait kondisinya.
Ledakan di Sejumlah Titik
Pada Sabtu dini hari waktu setempat, koresponden RIA Novosti melaporkan ledakan terdengar di Caracas. Warga setempat melaporkan dentuman di berbagai bagian kota, termasuk di sekitar Bandara Internasional Maiquetía Simón Bolívar dan Pelabuhan La Guaira.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan sedikitnya delapan serangan udara menghantam pusat Caracas dan wilayah lain, termasuk kawasan pesisir. Ledakan juga dilaporkan terjadi di La Guaira, dekat bandara utama Caracas, serta di pelabuhan terbesar Venezuela di negara bagian Vargas.
Sumber Militer Venezuela mengatakan kepada Al Mayadeen beberapa fasilitas militer, termasuk kompleks Fort Tuna, barak La Carlota, dan Bandara Iguerote, menjadi sasaran serangan. Pernyataan resmi lanjutan, menurut sumber tersebut, akan segera disampaikan.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan ledakan di pinggiran Caracas, disertai kepulan asap dan suara pesawat tempur. Pada pukul 09.58 waktu setempat, media melaporkan sedikitnya tujuh ledakan terdengar di Ibu Kota, disertai pemadaman listrik di sejumlah kawasan.
Hingga kini, situasi di Venezuela masih berkembang. Belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah korban maupun skala kerusakan akibat serangan yang dilaporkan tersebut.
