ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan terhadap Pasukan Suriah di Idlib
POROS PERLAWANAN— Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata terhadap pasukan Pemerintah Sementara Suriah di Provinsi Idlib, barat laut Suriah. Klaim tersebut disampaikan melalui saluran propaganda kelompok itu pada Senin 14 Desember.
Mengutip Anadolu Agency, ISIS menyatakan serangan tersebut menargetkan pasukan keamanan Suriah yang sedang beroperasi di wilayah Idlib. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan bahwa empat anggota Departemen Keamanan Jalan tewas dan satu orang lainnya terluka akibat serangan bersenjata terhadap sebuah patroli keamanan di jalan Maarat al-Numan, Idlib, pada Minggu malam. Serangan itu terjadi saat petugas patroli tengah menjalankan tugas rutin.
Dalam pernyataannya, Kementerian menyebutkan bahwa unit keamanan khusus telah meluncurkan operasi berskala besar untuk membersihkan wilayah tersebut dan memburu para pelaku serangan.
Laporan serupa disampaikan Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, yang menyebut tim patroli keamanan diserang oleh orang-orang bersenjata di kawasan Ma’arrat al-Nu’man, dekat jembatan selatan dan sekitar Mughsilla al-Darwish. Insiden tersebut mengakibatkan empat korban tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Situasi keamanan di Provinsi Idlib tetap rapuh, dengan sejumlah kelompok bersenjata masih aktif di wilayah tersebut meskipun operasi keamanan terus dilakukan oleh otoritas Suriah.
